Created on Tuesday, 05 November 2013 09:54 Published Date
Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), Bank UMKM Jawa Timur, dan Jamkrida Jawa Timur, sepakat membangun micro finance PKL se-provinsi Jawa Timur, demi mendongkrak usaha dan ekonomi PKL, untuk menyongsong dan memenangkan AEC 2015 dan Pasar Tunggal Dunia 2020.
"APKLI, Bank UMKM Jatim, dan Jamkrida Jatim, sepakat membangun micro finance PKL se-Jawa Timur," kata Ketua Umum APKLI, Ali Mahsun, di Jakarta, Senin malam (4/11).
Menurutnya, kesepatakan tersebut merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan tekad APKLI membangun micro finance PKL di setiap kecamatan di seluruh Tanah Air. Menurutnya, based on economy, profesionalisme, dan control system menjadi pijakan tata kelolanya dengan tetap berpola tripartit multipartnership APKLI.
"Untuk wilayah Jawa Timur, APKLI bermaksud menggandeng Bank UMKM Jatim dan Jamkrida Jatim untuk mewujudkannya," ucap Ali kepada Direktur Pemasaran Bank UMKM Jatim, Subawi yang didampingi Kadiv Kredit, Tohari di Surabaya, Senen.
Ali mengatakan, Bank UMKM Jatim dan Jamkrida Jatim, sepakat bermitra dengan APKLI dalam membangun micro finance PKL diseluruh Jawa Timur. Bahkan, perdagangan komoditas lintas kabupaten atau kota se-Jawa Timur dan lintas pulau, juga bisa dimodali Bank UMKM Jatim.
"Saat ini, kapasitas penyaluran kredit Bank UMKM mencapai Rp 1,2 triliun dan bunga murah," ujar Subawi merespon maksud Ali di hadapan jajaran DPW APKLI Jatim dan Ketua DPD APKLI Surabaya, Rumiyati; dan Ketua DPD APKLI Kota Malang, Didien.
"Minimal ada 4 logo: logo APKLI, Bank UMKM Jatim, Jamkrida Jatim, dan Logo asuransi pada KTA APKLI untuk PKL di wilayah Jatim. Insyaallah tanda tangan perjanjian kerjasaman sekaligus launchingnya dilaksanakan tanggal 24 November 2013 di Surabaya," beber Ali.
Menurutnya, APKLI bertekad mendorong paradigma positif dalam mewujudkan kesejahteraan PKL dan rakyat pada umumnya. Memberikan kail agar rakyat produktif dalam tingkatkan sosial ekonominya. Demikian pula, untuk PKL (asongan) yang imposible bankkable, tak ada pendekatan charitas, namun berupa kail bagi mereka, yaitu dompet amal PKL.
"Seiring upaya tersebut, tentunya APKLI melakukan traning dan coaching dongkrak kapasitas building PKL," pungkas Ali. (IS)
Berita Lainnya :