Pages

Kamis, 23 Mei 2013

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Tak Diizinkan Suami, Bella Saphira Batal Nyaleg
May 23rd 2013, 00:53

Tak Diizinkan Suami, Bella Saphira Batal Nyaleg

Penulis : Dani Prabowo | Kamis, 23 Mei 2013 | 06:31 WIB

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Ratusan kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dari seluruh Indonesia menghadiri syukuran lolosnya Partai Gerindra menjadi peserta Pemilu 2014, Kamis (17/1), di Jakarta. Acara itu dihadiri Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Gerindra memastikan nama artis Bella Saphira batal diusung sebagai bakal caleg partai yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut. Mundurnya wanita yang dijagokan untuk mendulang suara di Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat tersebut, lantaran tidak diperbolehkan sang suami.

"Bella saphira tidak jadi caleg karena tidak dapat izin dari suami," kata Wakil Sekretaris Jendral Partai Gerindra Abdul Harris Bobihoe di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (22/5/2013). Dia mengatakan, Bella merupakan satu dari 17 wanita yang menyatakan mundur dari daftar bakal caleg Gerindra. Secara keseluruhan, ada 24 orang yang menyatakan mundur dari daftar caleg Gerindra.

Mundurnya, para bakal caleg menurut Harris terjadi karena beragam sebab. Di antara sebab itu adalah keinginan pindah daerah pemilihan, nomor urut yang tak sesuai, atau bahkan ingin pindah haluan politik. "Ada yang ingin pindah dapil, namun tidak memungkinkan. Selain itu ada yang pindah partai, ada lima orang," katanya.

Sekretaris Jendral Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, dari 560 berkas bakal caleg yang diajukan partai ini 37 persen di antaranya adalah bakal caleg perempuan. Dari jumlah bakal caleg perempuan itu, 11 di antaranya menempati nomor urut 1 di daerah pemilihannya.

Terkait sejumlah bakal caleg yang sempat ketahuan dobel pencalonan, Muzani mengatakan Partai Gerindra tetap akan mengusung nama-nama itu. Menurutu dia, mereka yang semula diduga menjadi bakal caleg ganda mengaku nama mereka sekadar dicatut dan diduplikasi. "Ada yang namanya dipaka atau dicatut partai lain, ada yang ditawarkan, tapi dia tidak melengkapi syarat. Ada alasan obyektif yang bisa kami terima," kata Muzani.

Editor :

Palupi Annisa Auliani

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions