Created on Thursday, 07 November 2013 10:25 Published Date
Jakarta, GATRAnews - Kabar salah satu petinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jaya Ancol, tewas bunuh diri sudah sampai ke telinga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia mengaku sudah mengkonfirmasi kebenaran tersebut kepada mantan petinggi di perusahaan tersebut. "Ya tadi saya sudah SMS ke Pak Budi Karya (eks Dirut Jaya Ancol) dan itu dibenarkan. Pak Budi kan lama di Jaya Ancol, jadi tahu orang-orang di sana," terangnya kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11) malam.
Ahok mengatakan, kewenangan untuk melakukan penyelidikan atau investigasi berada di tangan aparat kepolisian. Ia juga berharap kasus tersebut bisa cepat terselesaikan dengan baik. "Itu pihak berwenang urusannya, bukan kita," ujarnya. Kepala Departemen Staf Pengembangan Bisnis PT Jaya Ancol, Firsyah Galu Utama, 46 tahun, ditemukan tewas di rumahnya di Kompleks Perumahan Bambu Asri, Jl Asri Raya Blok Z RT 12/09, No V4, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Korban ditemukan tewas dalam posisi gantung diri di sebuah ruangan lantai dua rumahnya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 12.00, sebelum kejadian, korban sempat menelepon istrinya untuk berpamitan. Namun, tidak jelas alasan pamitan yang disampaikan korban. Merasa panik, sang istri kemudian menghubungi asisten rumah tangganya yang bernama Suparmi, 25 tahun, melalui sambungan telepon. Dalam percakapannya, istri korban meminta asisten rumah tangganya mengecek keberadaan sang suami. Setelah mencari-cari ke setiap sudut ruangan rumah, ayah dua anak tersebut akhirnya ditemukan dalam keadaan gantung diri di tempat menjemur pakaian yang terletak di lantai dua. Saat menemukan korban, Suparmi berteriak histeris hingga mengundang perhatian para tetangganya. (*/Zak)
Berita Lainnya :