Created on Wednesday, 06 November 2013 22:15 Published Date
Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama menanggapi santai keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal kemacetan di Jakarta. Menurutnya, keluhan tersebut sudah diutarakan presiden kepada pendahulunya, Fauzi Bowo (Foke). "Pak SBY kan sudah ngomong ini dari zamannya Pak Fauzi Bowo, bahkan marah-marah. Menurut saya itu enggak nyindir lah," terangnya di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11).
Keluhan SBY saat silaturahmi Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di Istana Negara diartikan sebagai dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) lama. Kemacetan dan banjir di Jakarta, dianggapnya sudah ada sejak puluhan tahun. Pria yang kerap disapa Ahok ini mengaku, tidak terganjal dengan kebijakan pemerintah pusat soal kemacetan. Justru, pusat sudah beberapa kali membantu DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan yang semakin menggila. Ia mencontohkan, kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) dibuatkan payung hukumnya oleh Badan Pembangunan Nasional (Bapenas) dan MRT yang 49% hutang dari investor ditanggung oleh pemerintah pusat.
"Justru Pak SBY minta kita selesaikan PR lama yang belum selesai dan Pak Wapres juga bilang, apapun yang mau dilakukan Pemerintah DKI, pusat akan dukung penuh," lanjut Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. Ahok juga membantah jika hubungan Balaikota Jakarta dan Istana Negara merenggang akibat kemacetan. Mantan bupati Belitung Timur ini juga mengatakan hubungan tersebut karena SBY seorang presiden tetapi ada faktor lainnya.
"Kita hubungan sangat baik sama pusat, bukan saya karena dia presiden. Kalau enggak bener saya bilang enggak bener kok. Aku mah cuek aja, saya ngomong apa adanya," pungkasnya. Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan, seharusnya kepala daerah setempat bertanggung jawab soal kemacetan. Pernyataan SBY dilontarkan seusai mendapat keluhan dari pejabat tinggi negara lain soal kemacetan di Jakarta yang cukup parah. "Yang harus jelaskan gubernurnya, wali kotanya. (solusi dari kepala daerah) Begini Pak, konsep kami. Pemerintah pusat bisa membantu, memberikan kemudahan-kemudahan. Efeknya kan banyak sekali macet 3 jam, 4 jam," ujar SBY. (*/Zak)
Berita Lainnya :