Created on Monday, 04 November 2013 23:02 Published Date
Jakarta, GATRAnews - Pembangunan Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) Ulujami - Kebon Jeruk, oleh Pemerintah DKI Jakarta masih terkendala pembebasan lahan. Warga di dua kelurahan Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menolak menjual lahan karena harga ganti rugi yang belum sesuai. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, pemerintah bisa mengambil paksa lahan yang dimiliki warga untuk kepentingan publik.
Pemerintah akan memaksakan warga harga pasar jika warga tetap menolaknya. "Kita bisa paksa ambil dengan harga pasar kepada warga. Kita ambil tanah mereka dong, selama untuk fasilitas publik, seperti dermaga dan jalan, kita akan lakukan itu," terangnya di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/11). Mantan anggota Komisi II DPR RI ini mengatakan, pengambilan paksa lahan warga untuk JORR W2 menunggu payung hukum, berupa peraturan pemerintah. Dengan aturan tersebut dipastikan pembangunan segera teralisasi dan masalah pembebasan tanah bisa diatasi oleh Pantia Pengadaan dan Pembebasan Tanah (P2T). "Itu pemerintah DKI Jakarta yang garap, kalau tidak bisa diambil paksa, mereka bisa juga digeser ke tempat lain. Ini kita lagi nunggu PP-nya, dengan itu bisa pake harga pasar," ujar Ahok kepada awak media.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) lebih memilih jalan diplomatis dengan warga Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ia berencana untuk mengajak warga makan bersama sambil berdiskusi menyelesaikan masalah pembebasan lahan untuk kepentingan umum. Sebelumnya, Jokowi sempat beraudiensi dengan warga Petukangan Selatan dan Petukangan Utara di sebuah rumah makan nasi Padang di sekitar lokasi. Jika dilaksanakan, ini merupakan kali ketiga ia beraudiensi terkait pembebasan lahan dengan warga yang tanahnya terkena pengerjaan JORR W2. "Nanti kita ketemu, ketiga kalinya. Ini untuk kepentingan umum, itu yang harus diutamakan. Prinsip saya itu saja, ketemuannya enggak tahu kapan," ujar Jokowi. (*/Zak)
Berita Lainnya :