Created on Wednesday, 06 November 2013 16:09 Published Date
Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berjanji menghilangkan sistem pembangunan pasar yang memberatkan pihak pedagang dan pedagang kaki lima (PKL). Selama ini, di ibukota menganut sewa kios di pasar yang dibangun pemerintah. Ia mengatakan, sebelumnya konsep pengelolaan pasar tradisional ini cukup memberatkan para pedagang, terlebih PKL. Karena pedagang diharuskan membayar uang sewa dari Rp 100 juta hingga Rp 300 juta.
Perlahan-lahan pemerintah mengubah sistem konvensional tersebut dengan menggratiskan sewa kios bagi pedagang. Pedagang hanya dikenakan biaya harian (service charge) meliputi biaya keamanan, kebersihan, air dan listrik. "Kita akan mulai pola baru. Pasar yang dibangun, kiosnya akan diberikan kepada pedagang dengan gratis. Semoga pasar-pasar yang lain juga dapat mengikuti pola yang sama dengan lima pasar rakyat ini," ujarnya saat groundbreaking lima pasar rakyat di Pasar Manggis, Jakarta, Rabu (6/11).
Dengan sistem tersebut, Jokowi menambahkan dapat meningkatkan kesejahteran dan pendapatan pedagang di ibukota. DKI juga mulai menerapkan manajemen pengelolaan pasar modern di pasar rakyat, seperti di mall atau minimarket. "Manajemennya juga harus dirubah, jangan sampai ada kesan pasar rakyat itu bau, becek dan kotor. Kita ingin kayak mall atau minimarket kan rapi, pasar tradisional tapi pengelolaan modern," lanjut mantan Walikota Surakarta ini.
PD Pasar Jaya membangun lima pasar rakyat melalui dana corporate social responsibility (CSR) sebesar kurang lebih Rp 50 miliar. Nantinya kios yang ditempati untuk pedagang eksisting (lama) dan PKL di sekitar lokasi pasar tersebut. PD Pasar Jaya, menurut Jokowi akan melakukan pengundian untuk penempatan pedagang di pasar rakyat ini. Ia memastikan semuanya akan berjalan secara transparan dan adil untuk kepentingan PKL nantinya. Kelima pasar rakyat itu antara lain Pasar Manggis menampung 384 kios, Pasar Pesanggrahan sebanyak 161 kios, Pasar Kebon Bawang 119 kios, Kampung Duri 108 kios dan Pasar Nangka Bungur 163 kios. Kelimanya tersebar di empat wilayah adiminstrasi kota di Jakarta. (*/Zak)
Berita Lainnya :