Created on Thursday, 07 November 2013 16:49 Published Date

Jakarta, GATRAnews - Head of Corporate Finance Indonesia BNP Paribas, Kartadjaja Intan, menyampaikan bahwa industri kelapa sawit diyakini masih memiliki potensi yang besar. Jadi, jangan khawatir bagi para investor yang berkeinginan menanamkan modalnya di perusahaan yang memiliki bidang usaha kelapa sawit.
"Indonesia yang notabene-nya adalah negara agraris dan mampu menghasilkan kelapa sawit berkualitas. Apalagi, kebutuhan akan minyak sawit selalu mengalami pertumbuhan," ujar Kartadjaja, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/11).
Kartadjaja mengatakan, jika melihat potensi tersebut, selain menarik para investor asing maupun lokal, saham-saham untuk emiten sektor pertanian dan perkebunan seperti kelapa sawit pun menjadi incaran yang cukup menjanjikan.
"Potensi besar jatuh kepada negara-negara berkembang seperti India, Cina, dan Indonesia. Karena, negara-negara tersebut memiliki penduduk yang banyak, dan konsumsi akan kelapa sawitnya juga sangat besar," ungkap Kartadjaja.
Nilai PDB perkebunan secara kumulatif terus meningkat dari Rp 153,731 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 159,73 triliun pada tahun 2012. Sasaran pengembangan kelapa sawit sampai akhir tahun 2013, diperkirakan mencapai 9,15 juta hektare (ha) dengan produksi 24,43 juta ton.
"Kelapa sawit ini minyak makan paling murah. Dari sisi produktifitas paling tinggi. Negara maju pun sudah banyak yang mengkonsumsinya," tandas Kartadjaja.
Jika melihat fakta yang terjadi, Kartadjaja menyarankan para pelaku bisnis pertanian dan perkebunan khususnya kelapa sawit, diharapkan lebih agresif untuk menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.
Selain itu, dengan keagresifan pelaku bisnis menarik para investor, saham-saham sektor perkebunan pun juga perlu di perhatikan melihat potensi yang ada dan membangunkan kembali kinerja emiten perkebunan yang sejak sembilan bulan pertama di tahun 2013 masih mengalami pelemahan yang terpengaruh harga crude palm oil (CPO).
"Namun saya tetap optimis bisnis kelapa sawit masih memiliki prospek yang cerah kedepannya. Bisnis ini sangat cocok bagi para investor yang menanamkan modalnya untuk jangka panjang," jelasnya. (*/DKu)
Berita Lainnya :