NEWS KAMPUS
Sabtu, 09 November 2013 10:45 wib
Rachmad Faisal Harahap - Okezone
Wamendikbud Musliar Kasim (kiri) mengaku kalah dari Mendikbud M Nuh (kanan) yang mampu menulis buku di tengah kesibukan yang luar biasa. (Foto: dok. Okezone)
JAKARTA - Di tengah kesibukan mengurusi pendidikan Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh ternyata masih sempat menulis buku. Keberhasilan Mendikbud ini pun menjadi "pukulan" bagi anak buah sang menteri, termasuk Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim.
Musliar mengaku, dia kalah dari Nuh. Kekalahan ini, kata Musliar, dalam artian dia belum bisa menulis buku seperti menterinya di tengah kesibukan mengurusi pendidikan di Tanah Air.
"Peluncuran buku ini merupakan pertemuan yang istimewa. Tidak terbayang buku ini bisa ditulis oleh seorang menteri," ujar Musliar, dalam acara peluncuran buku Mendikbud Menyemai Kreator Peradaban di Golf Driving Range, Senayan, Jakarta, tadi malam.
Mantan rektor Universitas Andalas (Unand), Padang, itu mengimbuh, bisa mengerjakan buku di tengah kesibukan sebagai menteri sangatlah luar biasa.
"Padahal mendikbud hanya ada satu, sedangkan wakil menteri ada dua. Saya pulang awal, tapi tidak bisa menulis buku. Sedangkan Pak Menteri pulang terakhir bisa menulis buku," ucapnya.
Selain mengaku kalah, Musliar juga menyampaikan penghargaan lain kepada bosnya itu. "Karyanya bisa dibaca oleh banyak orang, sekaligus memberikan semangat kepada anak bangsa melalui tulisan," ungkapnya. (rfa)
Berita Selengkapnya Klik di Sini