ASIA TENGGARA
Jum'at, 08 November 2013 23:13 wib
Bagus Santosa - Okezone
Foto: Orange
JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan wajar penyadapan terjadi dan diketahui belakangan. Sebab, intelejen bekerja tertutup. Namun, menurutnya untuk mencegah hal itu terjadi, Badan Intelejen Negara (BIN) lewat kontraintelejen yang harusnya bekerja.
"Yang namaya penyadapan itu kerja intelijen dan itu kerja tertutup. Itulah fungsi kontraintelijen. Kalau mau tahu pasti (apa yang disadap) ya disinilah BIN harus bertindak," ujarnya, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/11/2013).
Namun, kontraintelejen ini rupanya sulit dilakukan. Sebab, salah satu kendala yang didapat adalah masalah teknologi.
"Nah, ke depan bagaimana kita bangun sistem informasi yang secure. Kalau sekarang kan sangat rentan," tandas Mahfudz.
Penyadapan yang belakangan ramai diberitakan ini bukan hanya kepada intansi pemerintahan saja, tapi mencapai percakapan pribadi warga sipil.
Karena itu, dia berharap "Kalau sekarang 1 negara sadap komunikasi warga sipil, urusan privat bisa diambil. Dari urusan sumur, kasur, dapur masuk semua. Siapa yang bisa memberi garansi informasi itu tidak disalahgunakan," paparnya. (faj)
Berita Selengkapnya Klik di Sini