Pages

Selasa, 25 Juni 2013

GATRANEWS - KLIK GATRA BARU BICARA
GATRANEWS, Berita Politik dalam dan Luar Negeri // via fulltextrssfeed.com
Atiqah Hasiholan Bicara Pelacur Berpayudara Besar
Jun 25th 2013, 11:27

Created on Tuesday, 25 June 2013 18:27 Published Date

Atiqah Hasiholan & Rio Dewanto (GATRAnews/Edward Luhukay)Jakarta, GATRAnews - Atiqah Hasiholan mengaku selalu menjadi "langganan" memerankan tokoh pelacur di berbagai panggung teater. Lagi-lagi putri Ratna Sarumpaet ini mendapatkan peran sebagai pelacur di pentas teater Titik Terang - Sidang Rakyat Dimulai, yang mengharuskannya menggunakan aksesoris khusus agar bagian payudaranya terlihat besar.  Aku di sini berperan sebagai Ria. Nah, ini pertanyaan bagi aku juga, kenapa teater lagi dan kenapa kesempatan bermainnya jadi pelacur lagi, jadi pelacur lagi," tanggap Atiqah, seraya berkelakar, ditemui di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (25/6) siang.

"Namun yang menarik dari peran Ria ini, kali ini aku memerankan seorang pelacur yang memang memilih untuk menjadi pelacur karena gaya hidup, dan dia melakukan operasi payudara. Jadi nanti pas pementasan, dada aku akan besar sekali," tambahnya.

Perempuan berumur 31 tahun ini akan beradu akting dengan calon suaminya, Rio Dewanto, serta Teuku Rifnu Wikana, Maryam Supraba, dan Jean Marais. Selain itu, Ratna menyutradarai sekaligus menjadi salah seorang pemain dari pentas teater yang akan dimainkan pada 306 Juli 2013 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

"Di sini aku kembali lagi bersama Ibu Ratna Sarumpaet, yang selain melahirkan aku sendiri menjadi seorang manusia, tapi juga melahirkan aku menjadi seorang aktris," jelas Atiqah.

Titik Terang merupakan karya drama ke-11 dari Ratna, yang berbicara tentang kehidupan manusia di sebuah negeri yang memiliki kepelikan persoalan sangat sempurna, dengan kebutuhan yang juga sangat sempurna.

Dalam siaran persnya disebutkan, meski di pentas teater ini, adegan demi adegannya bakal memperlihatkan dan memperdengarkan suara-suara tentang kekecewaan, amarah, tangis, dan juga tawa, karya ini menolak akhir yang putus asa. Seorang ibu yang sudah renta dimakan usia, akan menggiring penonton melihat bahwa ada "titik terang" yang harus dikejar. Ada perenungan sejati yang harus ditempuh. (EL)

Berita Lainnya :

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions