
Tensi duel sekota sampai-sampai hadirkan ancaman dari luar lapangan (Foto: Reuters)
ROMA – Tensi rivalitas di kota Abadi antara AS Roma dan Lazio jelang final Coppa Italia, sudah terasa saat ini. Bahkan para pemain Lazio sampai-sampai mendapat ancaman dari penelepon gelap yang ditengarai simpatisan garis keras Romanisti – fans fanatik Roma.
Hal di atas diungkapkan direktur komunikasi Lazio, Stefano De Martino pada konferensi pers jelang final di mana sejumlah punggawa Biancoceleste menerima telepon gelap bernada ancaman yang membuat para pemain Lazio sedikit terusik.
Sebagaimana diwartakan MSNBC, Minggu (26/5/2013), dalam ancaman itu dikatakan para pemain Lazio dituntut untuk mengalah. De Martino mengaku sudah memperkarakan ancaman tersebut ke aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Derby della Capitale memang sarat tensi tinggi. Terutama di level antara suporter yang kerap menimbulkan kerusuhan besar. Seperti yang terjadi pada derbi terakhir April lalu di mana sejumlah fans, dilaporkan saling serang dan sampai ada yang luka akibat tikaman benda tajam.
Tapi itu di luar lapangan dan di dalam, diakui allenatore AS Roma, Aurelio Andreazzoli, sedianya tensi dan emosi tak separah itu di antara para pemain. Baik pemain Roma maupun Lazio, tak tersulut pertikaian antara suporter di mana kedua belah pihak masih berperilaku sewajarnya di atas lapangan hijau.
"Para pemain selalu berkelakuan seperti biasa dan saling bersalaman di akhir derbi April lalu. Permainan di lapangan juga menunjukkan ditegakkannya fair play. Saya tak melihat mengapa derbi kali ini harus berbeda," ungkap Andreazzoli.
(raw)