
Josef "Jupp" Heynckes diusung para pemainnya (Foto: Reuters)
LONDON – Sejumlah fakta menarik sukses diretas Bayern Munich dini hari tadi usai memastikan gelar Champions League kelima mereka. Mulai dari penebusan ambisi final hingga nama pelatih mereka, Jupp Heynckes yang memijak tiga jajaran nakhoda elite.
Seperti diketahui, dua final terakhir Bayern menelan getir keok di partai puncak. Yang paling perih mungkin musim lalu. Bertarung kontra Chelsea di rumah sendiri, raksasa Bavaria itu mesti menyerah dari wakil Inggris dari London Barat itu.
Kini di kota yang sama, bisa dibilang Bayern mewakili Jerman, membalas sakit hati mereka tepat di jantung sepakbola Inggris yang kebetulan, federasi mereka tengah merayakan momen ke-150 berdirinya FA (PSSI-nya Inggris).
Dengan skor 2-1 atas Borussia Dortmund, Bayern juga mencatatkan namanya untuk pertama kali di All-German final atau lebih jauh, Der Klassiker perdana di final Champions League. Penentu kemenangan dini hari tadi juga punya cerita kelam musim lalu.
Ya, Arjen Robben menentukan kemenangan Die Rote Teufel di menit ke-89 sekaligus menebus hutangnya musim lalu. Hutang di mana Robben gagal mengeksekusi penalti 12 yard di hadapan Petr Cech – kiper Chelsea.
Bicara soal Chelsea lagi, Bayern punya kans untuk menyempurnakan dendam terhadap The Blues sebagai jawara Europa League, di partai Piala Super Eropa, beberapa bulan ke depan.
Terkait kesempurnaan, Heynckes juga mengambil kesempatan itu dengan sukses mempersembahkan treble untuk Bayern sebelum turun jabatan – meninggalkan warisan yang sukar diulangi Josep Guardiola yang menggantikannya mulai musim depan.
Terakhir, Heynckes juga dipastikan masuk golongan pelatih elite dengan dua kali merengkuh trofi si Kuping Besar dengan dua tim berbeda. Selain bersama Bayern musim ini, Heynckes juga pernah memenangkannya bersama Real Madrid musim 1997/1998.
Sepanjang sejarah, baru ada dua pelatih dengan catatan serupa dengan Heynckes, yakni Ernst Happel bersama Feyenoord (1969/1970) dan Hamburg SV 1982/1983, serta José Mourinho saat masih menukangi FC Porto (2003/2004) dan Inter Milan (2009/2010).
(raw)