Pages

Kamis, 23 Mei 2013

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Laporan Belum Masuk, Belum Dapat Dipastikan Identitas Pemukul Wartawan
May 22nd 2013, 21:53

Laporan Belum Masuk, Belum Dapat Dipastikan Identitas Pemukul Wartawan

Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Kamis, 23 Mei 2013 | 03:53 WIB

Dibaca:

Laporan Belum Masuk, Belum Dapat Dipastikan Identitas Pemukul Wartawan

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi peringatan 15 tahun tragedi Trisakti di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (12/5/2013). Aksi ini ditujukan untuk menuntut Pemerintah melakukan pengusutan tuntas terhadap peristiwa pada tahun 1998 yang menewaskan empat rekan mereka tersebut.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku pemukulan juru warta di depan Istana Merdeka belum bisa dipastikan anak jendral. Karena laporan penganiayaan tersebut belum selesai dilakukan oleh Sukron, wartawan Sindo TV.

"Saya belum monitor, maka tunggu saja laporannya baru diselidiki," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta, Selasa (22/5/2013) malam. Dia mengungkapkan, saat ini wartawan yang terkena pukulan mahasiswa tersebut masih proses membuat laporan.

Insiden ini berlangsung saat ada gesekan emosi antarmahasiswa di depan Istana Merdeka. Ketika juru warta mencoba mengabadikan gambar, mahasiswa tersebut tidak terima dan segera memukul korban. "Nah kami mau dengar dulu apa yang dilaporkan dan siapa pelakunya biar nanti bisa kami lacak," ungkap Rikwanto.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Eko Bayuseno mengungkapkan dia belum mendapat laporan aksi pemukulan mahasiswa terhadap wartawan. Dia berjanji mengecek ke Polres Jakarta Pusat. "Saya cek dulu nanti ke Jakpus, saya belum dapat laporan," katanya.

Sebelumnya, berawal dari unjuk rasa, oknum mahasiswa Trisakti yang tengah berdemo di depan Istana Merdeka memukuli seorang wartawan Sindo TV yang sedang meliput. Diduga, oknum mahasiswa tersebut merupakan keluarga jendral.

Aksi pemukulan tersebut terjadi ketika ada gesekan antarmahasiswa yang berdemo di Jalan Medan Merdeka Utara ini pada Rabu (22/5/2013) sore. Melihat gesekan tersebut, wartawan Sindo TV, Sukron langsung mengambil gambar keributan itu.

Melihat pertengkarannya diliput oleh awak media, oknum mahasiswa yang tidak terima langsung mengejar Sukron. Awak media lainnya sempat berusaha untuk mencegahnya, tetapi wartawan yang kalah jumlah memilih mundur. Tak pelak Sukron menjadi bulan-bulanan oknum mahasiswa Trisakti.

Editor :

Palupi Annisa Auliani

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions