INFOHAJI
Senin, 14 Oktober 2013 19:27 wib
Marieska Harya Virdhani - Okezone
Ilustrasi
DEPOK - Ustad Yusuf Mansyur menyambangi Balaikota Depok untuk menyaksikan proses pelepasan para dokter hewan yang akan mengecek kesehatan dan kelayakan hewan kurban.
Menurut Yusuf, selama ini ulama dan agamawan selalu memperhatikan hanya dari segi syar'i cara pemotongannya saja.
Yusuf mendorong penyembelihan akan lebih sempurna bagi kaum duafa yang menerima hewan kurban jika kesehatan hewan tersebut juga diperhatikan. Sehingga tak hanya soal bacaan ayat, cara potong, hingga masalah aliran darah hewan kurban.
"Selama ini memang dari kalangan agamawan konsennya di masalah syar'inya. Aliran air, doanya, cara potong. Hari ini saya pun belajar bahwa ada faktor kesehatan Sebelum ataupun setelah pemotongan, itu harus diapresiasi," ujarnya kepada wartawan di Balaikota Depok, Senin (14/10/2013).
Menurut Yusuf, penyembelihan hewan kurban di Indonesia menjadi sesuatu yang unik, karena pada saat pemotongan hewan kurban masyarakat pun dibolehkan.
Meskipun sudah biasa memotong hewan kurban, tetapi tetap standarnya berbeda dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
"Itu kebijakan pemerintah yang arif.Proses syar'i akan bertambah sempurna ketika teman-teman ustad yang potong di kampung-kampung atau pemukiman mengetahui juga tentang ilmu kesehatan," paparnya.
Yusuf pun menegaskan bahwa masyarakat harus memahami cara potong hewan kurban yang benar. Yakni dengan memastikan posisi leher hewan kurban saat dipotong.
"Harusnya pisau enggak boleh dilepas, posisinya harus dipastikan betul, pisau jangan diangkat sebelum selesai, banyak hal - hal yang baru saya dapatkan dari para dokter hewan ini, dan kedepan saya mau terlibat jauh nanti," tutupnya.
(cns)
Berita Selengkapnya Klik di Sini