
JAKARTA - PSSI kini sudah kembali fokus ke pembinaan dan prstasi. Kini tak ada lagi dualisme dan persoalan organisasi yang perlu dipertanyakan. Hal ini diungkapkan Direktur Marketing dan Development Madura United, Kuncoro Mangkunegoro, salah satu klub yang berlaga di ISL di bawah naungan PSSI. Menurut kuncoro saat ini siapa pun tokoh harus hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan soal PSSI. Karena sudah tidak ada lagi ribut-ribut di tubuh PSSI.
"Suasana sudah bagus, PSSI saat ini sudah kembali on the track, tidak ada lagi masalah, tidak ada ribut-ribut, kenapa dibilang selalu ribut. Ini justru orang-orang di luar PSSI yang tak mengerti apa-apa yang selalu bicara miring," ujar Kuncoro.
Kuncoro menganggap pernyataan-pernyataan yang didramatisir soal PSSI justru akan membuat suasana yang sudah jernih menjadi keruh. Kuncoro juga menyesalkan pernyataan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari yang mengatakan PSSI selalu ribut.
"Wakil Ketua MPR seyogyanya bisa lebih pintar dan cerdas dalam mengeluarkan pernyataan soal PSSI. Karena saat ini PSSI sudah on the track.Tidak ada lagi ribut-ribut. Sudahlah jangan terlalu mendramatisir. Beliau tidak bisa menyamakan Lemkari dengan PSSI karena regulasi organisasinya jelas berbeda," ujar Kuncoro.
Lebih jauh Kuncoro meminta agar Thohari lebih fokus ke karate saja karena dia adalah ketua dewan penasehat Lemkari. "Jangan dikait-kaitkan dengan regulasi organisasi. Regulasi tidak bisa dinegosiasi. Aturan organisasi dan kompetisi yang menjadikan PSSI tetap tegak. Hanya orang yang mengerti organisasinya sendiri yang bisa menyelesaikan persoalan organisasi. Bukan orang lain," ujar Kuncoro.
Kuncoro pun berharap agar orang di luar PSSI untuk tidak ikut campur dalam urusan regulasi organisasi PSSI. Terlebih orang tersebut hanya tahu kulit luarnya saja, dan sebenarnya tidak mengerti apa-apa soal regulasi PSSI. "Organisasi itu roh nya ya regulasi, kalau regulasi itu tidak ditegakkan, maka akan hancur," ujar Kuncoro.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/hmr)