SEKTOR RIIL
Rabu, 16 Oktober 2013 21:56 wib
Rezkiana Nisaputra - Okezone
Jokowi. (Foto: Heru Haryono/Okezone)
JAKARTA - Pembangunan proyek monorel yang resmi kembali dilanjutkan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku, dirinya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mengawasi pembangunan monorel tersebut dan bisa selesai di tahun 2016.
"Monorel dilanjutkan kembali kan itu yang paling penting, sudah dimulai dan dilanjutkan kembali, dan kita harapkan 3 tahun sudah bisa selesai," ujar Jokowi saat acara perayaan dan peresmian Jakarta Monorail di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (16/10/2013).
Selain itu, guna mempercepat pembangunan monorel tersebut, Pemprov DKI beserta PT Jakarta Monorail selaku konstruksi pembangunan monorel akan terus melakukan marathon. Hal tersebut dilakukan agar transportasi massal bisa segera digunakan oleh warga Jakarta ke depannya juga untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Jakarta.
Dalam pembangunan tersebut, pasti ada halangan yang menimbulkan molornya pengerjaan proyek monorel tersebut. Menanggapi hal ini Jokowi menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat guna pengerjaan monorel ini tidak terjadi kemoloran waktu.
"Yaa diawasi, tiap hari diawasi, tiap Minggu diawasi setiap bulan diawasi terus, diawasi ini kan supaya biar selesai justru diawasi itu biar selesai dan tepat waktu. Tidak pagi, tidak siang tidak malam pokoknya diawasi terus," tukasnya.
Terkait dengan adanya tim khusus pada pembangunan monorel ini, Jokowi menambahkan bahwa tim khusus ini bertugas agar bisa menjaga serta mengawal dokumen-dokumen terkait dengan pembangunan monorel tersebut. "Yaa sepanjang itu diperlukan tim itu akan masuk. Ini kan urusan investor, ini kan investasi," ucap dia.
Jokowi kembali menegaskan kepada warga Jakarta khususnya pada pengguna jalan yang melewati jalur pembangunan monorel tepatnya di sepanjang Jalur Hijau (Green Line) yang menghubungkan kawasan Kuningan hingga Palmerah agar bisa bersabar, karena saat pembangunan monorel kawasan tersebut akan berdampak pada kemacetan.
"Ini memang diperlukan oleh Jakarta, Monorel diperlukan, Busway diperlukan, MRT diperlukan, transportasi massal itu semua di perlukan di Jakarta. Dan saya katakan, jangan bicara sekarang tapi 20 tahun, 30 tahun, 50 tahun bahkan 100 tahun mendatang. Ini gak ada cara lain untuk mengurai kemacetan selain transportasi massal. Kita harus percaya itu," papar Jokowi.
Jokowi mengatakan, setelah seluruh proyek transportasi massal di Jakarta Selesai dan kebijakan-kebijakan transportasi di keluarkan, dirinya yakin akan adanya transisi ke transportasi massal.
"Maka kalau sudah begitu nanti semuanya pasti akan lari ke transportasi massal. Semua negarakan seperti itu, ini bukan gagasan mereka tapi ini sudah melakukan," tutupnya. (rez)
(wdi)
Berita Selengkapnya Klik di Sini