PADA prosesi pernikahan putri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hayu dan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro memang mempercayakan urusan busana pada Afif Syakur. Bahkan, busana dari desainer asal Yogyakarta tersebut akan dikenakan untuk dua prosesi sekaligus, yakni panggih dan kirab.
Khusus untuk prosesi kirab, Afif mengaku sengaja mendesain khusus untuk calon mempelai.
"Kain untuk kirab, sengaja saya buat khusus. Motifnya kotak lintang dengan inisial nama Jeng Abra dan Mas Noto," tutur Afif melalui sambungan telefon, Senin (21/10/2013).
Lebih lanjut, motif tersebut juga memiliki makna tersendiri.
"Lintang ini maknanya bintang, cahaya. Jadi, harapannya calon mempelai selalu diberikan cahaya dalam pernikahannya," imbuhnya.
Sementara itu, bukan pertama kalinya bagi Afif Syakur merancang busana untuk prosesi pernikahan putri Sultan Hamengku Buwono X. Sebelumnya, desainer asal Yogyakarta tersebut juga diminta untuk membuat busana yang dikenakan GKR Bendara atau Jeng Reni saat prosesi pamitan. Tentu saja, hal ini menjadi satu pengalaman yang luar biasa untuk Afif Syakur.
"Ini merupakan kehormatan bagi saya bisa dipercaya oleh Keraton untuk membuat busana di pernikahan putri-putri Ngarso Dalem," tutupnya.
(tty)