
Yu Qiyi meninggal saat menjalani pemeriksaan oleh komite disiplin.
Enam pejabat Partai Komunis Cina dijatuhi hukuman penjara antara empat hingga 14 tahun karena menyiksa seorang pengurus partai hingga tewas.
Pengacara dan keluarga korban mengatakan vonis ini mengungkap praktik sistem penegakan peraturan di internal partai, yang selama ini tak banyak diketahui oleh publik.
Vonis dikeluarkan oleh pengadilan di kota Quzhou, di Klik Cina timur, pada 30 September lalu dan tidak diberitakan oleh media domestik karena pelanggaran atau tindakan pidana oleh pengurus partai dianggap hal yang sangat sensitif di Cina.
"Kenyataan bahwa anggota komite disiplin partai divonis oleh pengadilan adalah sesuatu yang sangat jarang," kata Pu Zhiqiang, pengacara korban kepada kantor berita Reuters.
Kasusnya sendiri terkait dengan tewasnya pengurus partai bernama Yu Qiyi, yang dikenal sebagai kepala insinyur di perusahaan investasi milik negara di kota Wenzhou.
Kantor berita Reuters mengatakan tak jelas bagaimana Yu akhirnya ditangani oleh komite disiplin Partai Komunis.
Keluarga korban menduga Yu ditahan besar kemungkinan terkait dengan kesepakatan jual beli lahan.
Yu berada di pusat penahanan untuk menjalani permeriksaan bagi anggota dan pengurus yang melanggar disiplin partai, selama 38 hari.
Ia meninggal dunia setelah beberapa kali kepalanya dimasukkan ke ember berisi air yang dingin. Istrinya juga mengklaim terdapat bekas-bekas luka di badan Yu.
Kasus tewasnya Yu kemudian dibawa ke pengadilan, yang memulai sidang pada 17 September, dengan dakwaan sengaja menyebabkan tewasnya seseorang, dengan ancaman vonis maksimal berupa hukuman mati.
Para terpidana dilaporkan mengajukan banding.