EKONOMI GLOBAL
Sabtu, 05 Oktober 2013 10:32 wib
Silvia Ramadhani - Okezone
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
NEW YORK - Meski mengalami rebound pada akhir pekan ini, pasar saham Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada pekan ini. Hal tersebut masih sehubungan dengan shutdown pemerintah Amerika yang masih terus berlanjut.
"Saya pikir pasar akan berada dalam suasana hati yang jauh lebih buruk pada minggu depan jika kita masih tidak memiliki kesepakatan," kata kepala strategi market di US Trust Private Wealth Management, Joseph Quinlan, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (5/10/2013).
Indeks Dow Jones Industrial Average Naik 76,10 poin atau 0,51 persen menjadi 15.072,58 . The Standard & Poor 500 naik 11,84 poin atau 0,71 persen menjadi 1.690,50. Dan Nasdaq Composite Index naik 33,41 poin atau 0,89 persen ke 3.807,75 .
Untuk minggu ini, Dow turun 1,2 persen, S&P 500 kehilangan 0,1 persen sedangkan Nasdaq bertambah 0,7 persen. Sementara itu SPX S&P 500 telah jatuh untuk sembilan kali dari 12 sesi terakhir .
Setelah berjuang cukup kuat, emiten pendukung S&P pada Hari Jumat JC Penney Co jatuh ke titik terendah dalam lebih dari 30 tahun, yakni turun 6,5 persen pada USD7,86.
Potbelly Corp telah melakukan pencatatan umum perdana sebesar 7,5 juta saham dengan harga masing USD14 . Pada hari pertama perdagangan, saham naik lebih dari dua kali lipat menjadi USD31,84, dengan lebih dari 14 juta saham berpindah tangan. Saham ditutup naik 119,8 persen pada USD30,77.
Twitter Inc memberikan pandangan investor potensial pertama mereka di keuangan pada Kamis ketika mengajukan penawaran umum perdana. Informasi menunjukkan bahwa pendapatan di perusahaan jejaring sosial hampir tiga kali lipat pada tahun 2012, tapi itu membukukan kerugian pada semester pertama tahun 2013 .
Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta, Dennis Lockhart, mengatakan bahwa shutdown akan memperlambat pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir tahun ini, sementara Bank of Japan mengatakan sebuah kebuntuan anggaran diperpanjang akan memiliki dampak global yang parah. (wdi)
Berita Selengkapnya Klik di Sini