Pages

Rabu, 28 Agustus 2013

Sindikasi welcomepage.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal welcomepage // via fulltextrssfeed.com 
Easy Voice Broadcasting

Upload Your Customer Contact List. Record Voice Messages. Click Call -- Reach Everyone In Seconds. Try CallFire For Free To See How Easy Calling Can Be.
From our sponsors
Berjalan di Atas Cahaya
Aug 28th 2013, 03:37

RESENSI

Rabu, 28 Agustus 2013 10:37 wib

-

Judul Buku : Berjalan di Atas Cahaya
Pengarang : Hanum Salsabiela Rais, dkk
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013, Cetakan pertama
Jumlah Halaman : xii + 212 halaman


Cerita Hanum Salsabiela Rais dengan tebal 212 halaman ini benar-benar mampu menginspirasi dan menggetarkan dada semua orang Islam. Kisah muslimah Indonesia di Eropa dan muslimah mualaf eropa demi mempertahankan hijab dan menutup seluruh aurat ini sungguh berat dan penuh pengorbanan. Penuh perjuangan karena di Eropa, orang berjilbab dianggap ekslusivitas, rigid, terbelakang atau tertolak bagi masyarakat eropa sehingga orang berjilbab sering dikucilkan.

Hanum Salsabiela Rais dilahirkan di kota Gudeg, Yogyakarta, pada tanggal 12 April 1981. Ia mendapatkan gelar dokter gigi pada tahun 2006 dari Universitas Gajah Mada. Ia mengawali karier sebagai pembawa acara lepas di TVRI Yogyakarta dan Jogja TV. Pada tahun 2006, ia menjadi reporter dan presenter di Trans TV. Pada tahun 2008, ia mengikuti suaminya, Rangga Almahendra ke Austria. Setiap karyanya selalu dinantikan masyarakat karena mampu menumbuhkan semangat dan inspirasi bagi para muslimah untuk berpegang teguh pada agama rahmatan lil alamin. Karya Hanum "Berjalan Diatas Cahaya" ini juga telah memberikan nuansa baru dalam kesusastraan non-fiksi Indonesia, baru dalam ceritanya, gaya bahasa dan cara menyampaikannya yang khas.

Gaya bahasa yang digunakan merupakan gaya bahasa popular yang mudah dipahami oleh pembaca dari segala kalangan. Cerita ini sangat kaya bahasa karena menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, Jerman dan Spanyol. Penggunaan berbagai bahasa ini membuat pembaca mudah mengimaginasikan keadaan dan tempat yang tergambar dalam cerita. Selain itu, melalui buku ini pembaca dapat belajar berbagai bahasa. Modal utama pengarang adalah pengalaman tak terlupakan dan menyentuh hati yang dialami pengarah dan teman-temannya selama di Eropa. Pengalaman inilah yang membuat tulisan menjadi menarik, inspiratif, menyentuh hati, dan meningkatkan iman semua pembaca.

Cerita ini menggambarkan tentang kehidupan seorang muslimah Indonesia yang bertemu dengan beberapa muslimah mualaf Eropa dari usia remaja sampai lanjut usia. Para mualaf ini sangat bangga menjadi seorang muslim, mereka menjalankan kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga secara islami. Buku ini menjelaskan bahwa para muslimah dapat menjadi apapun yang ia mau sekalipun menjadi seorang penyanyi rap. Buku ini juga menjelaskan bahwa seorang anak harus tetap berbakti kepada orang tua meskipun berbeda keyakinan. Buku ini menerangkan bahwa hidup di Eropa dengan islam itu penuh perjuangan, harus siap dihina, dilecehkan. Untuk itu buku ini menganjurkan bahwa untuk menghadapinya seorang muslim harus mampu menunjukkan bukti bukan alasan karena they do not want to listen. They need you to show them real achievement. Buku ini juga menyakinkan kepada seorang muslim bahwa ketika kita mendapatkan kesusahan, Alloh SWT akan membantu kita dengan mempertemukan orang-orang yang yang secara ajaib saling membutuhkan. Buku ini mengajak untuk bersyukur bahwa sesungguhnya manusia yang semakin tua semakin kembali ke titik nol awal kehidupannya sadar bahwa kehidupan sesungguhnya akan diawali dan diakhiri dengan hal yang sama.

Cerita ini mengandung banyak amat yang inspiratif bagi pembacanya, cerita ini mengajak pembacanya untuk selalu berjuang mempertahankan keyakinannya dimanapun mereka berada, memotivasi pembacanya untuk menunjukkan ajaran Islam yang sesungguhnya kepada semua orang, dengan begitu akan mengurangi pikiran negatif mereka terhadap Islam.

Hal yang menarik dari cerita ini adalah menceritakan mengenai pengalaman tak terlupakan pengarang dan teman-teman saat berada di Eropa dan didukung oleh permainan bahasa pengarang yang mampu memberikan sensasi imajinatif mendalam dalam setiap kejadian yang ada. Alur yang digunakan pun tidak membuat pembaca bingung karena runtut.

Buku ini pun syarat dengan pesan kepada pembaca yang dapat direnungkan dan diresapi lebih dalam.

Peresensi: Regas Febria Yuspita

(//mbs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions