Pages

Jumat, 30 Agustus 2013

GATRANEWS - KLIK GATRA BARU BICARA
GATRANEWS, Berita Politik dalam dan Luar Negeri // via fulltextrssfeed.com 
Want new traffic sources?

Download a copy of our complimentary eBook today, and read about sources that most marketers are not aware of.
From our sponsors
Dirut Mandiri: Lemahnya Kepastian Hukum Membuat Triliunan Duit Parkir di Singapura
Aug 29th 2013, 12:29

Created on Thursday, 29 August 2013 18:08 Published Date

People withdraw money from United Overseas Bank (UOB), Development Bank of Singapore (DBS) and Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC) automated tellers in Singapore May 17, 2013. (REUTERS/Edgar Su)Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa masalah kepastian hukum menjadi alasan masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menyimpan dananya di Singapura ketimbang di tanah airnya sendiri.

"Di Singapura itu sudah menjanjikan kepastian hukum, jangan dibandingkan dengan Indonesia, dimana penegakan hukum masih lemah," ujar Budi di Jakarta, Kamis (29/8).

Menurut Budi, negara tujuan investasi para investor Indonesia di wilayah Asia yang paling dituju adalah Singapura dan Hongkong. Sedangkan, jika di Timur Tengah banyak investor asal tanah air yang memilih menyimpan dananya di Abu Dhabi dan Bahrain.

Untuk itu, Budi mengatakan, pemerintah diharapkan dapat menciptakan peraturan yang dapat menyakinkan masyarakat untuk tetap menyimpan uangnya di bank-bank Indonesia. "Seperti, infrastruktur hukum, pajak dan lain-lainnya harus dibangun dengan baik," tutur Budi.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, berdasarkan data Bank Indonesia dana masyarakat yang berada di luar negeri mencapai triliun rupiah.

Menurut Bambang, penyimpanan dana tersebut paling banyak di negara Singapura karena masyarakat menilai pelayanannya lebih baik ketimbang di bank-bank Indonesia.

Kelebihan Singapura, kata Bambang, dikarenakan para nasabahnya dapat melakukan negosiasi pajak dan kerahasiaanya dalam menyimpan dana.

"Di sana setengah tax heaven sedangkan kita tidak dapat memberikan insentif untuk kepastian penetapan dana masyarakat indonesia  didalam negeri," kata Bambang. (*/DKu)

Berita Lainnya :

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions