Pages

Rabu, 28 Agustus 2013

Sindikasi welcomepage.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal welcomepage // via fulltextrssfeed.com 
Want new traffic sources?

Download a copy of our complimentary eBook today, and read about sources that most marketers are not aware of.
From our sponsors
Gejolak Ekonomi Sudah Dimulai Sejak September 2011
Aug 28th 2013, 09:48

FISKAL & MONETER

Rabu, 28 Agustus 2013 16:48 wib

Hendra Kusuma - Okezone

ilustrasi: (foto: Okezone)ilustrasi: (foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat Ekonomi INDEF Iman Sugema mengatakan, krisis ekonomi yang kini tengah dirasakan Indonesia dalam beberapa hari belakangan ini, ternyata sudah dimulai sejak 22 bulan lalu, atau lebih tepatnya pada September 2011.

Oleh sebab itu, Iman menuturkan kejadian seperti saat ini seharusnya sudah dapat diminimalisir oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Upaya yang saat ini telah dilakukan pemerintah yaitu dengan membuat Paket Kebijakan Pemerintah. Namun, Paket Kebijakan Paket Pemerintah terlihat tidak memiliki taji menghadapi kondisi ekonomi saat ini.

"Paket kemarin kan lebih mirip paket travel, soalnya enggak ada bunyi dan mendapatkan respon negatif dari pasar, kalau melihat hal ini, kesimpulannya pemerintah dan BI melakukan pembiaran, karena ini sudah 22 bulan," kata Iman di Megawati Institute, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Iman menambahkan, statement Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri yang menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia masih terbilang aman, menurut Iman, pernyataan itu merupakan sebagai sinyal yang kuat bagi investor untuk meninggalkan Indonesia.

Kendati demikian, kata Iman, pemerintah harus berhati-hati dalam mengeluarkan statement terhadap permasalahan ekonomi Indonesia yang saat ini tengah terjadi.

"Karena itu, hati-hati membuat statement, misalnya rupiah melemah sesuai dengan fundamental, itu benar, tapi terhadap pasar itu suatu sinyal. Misalnya, kalau pemerintah mengatakan Rupiah Rp11.700 sesuai dengan fundamental ekonomi, sama saja mencap investor go out dari Indonesia," jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Iman, pemerintah juga harus melakukan manajemen inflasi yang dengan baik. Pasalnya, barang-barang yang diekspor dan impor sangat tergantung kepada nilai tukar global. Dengan melakukan manajemen inflasi, pemerintah mampu mengetahui arah ekonomi ke depannya.

"Karena dominasi inflasi, barang yang di ekspor & impor ditentukan oleh pasar global, termasuk kedele, bawang merah, mobil mewah para menteri, itu termasuk credible, inti pengelola inflasi melakukan manajemen inflasi, ketika menguat inflasi menurun, lalu, nilai tukar itu indikasi awal tentang ekspektasi arah ekonomi kedepan," tukasnya. (wan) (wdi)

Berita Selengkapnya Klik di Sini

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions