Pages

Rabu, 28 Agustus 2013

Sindikasi welcomepage.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal welcomepage // via fulltextrssfeed.com 
Easy Voice Broadcasting

Upload Your Customer Contact List. Record Voice Messages. Click Call -- Reach Everyone In Seconds. Try CallFire For Free To See How Easy Calling Can Be.
From our sponsors
Harga Kedelai Meroket, Pengusaha Tahu Tempe Pecat Karyawan
Aug 28th 2013, 09:45

SEKTOR RIIL

Rabu, 28 Agustus 2013 16:45 wib

Djamhari - Okezone

ilustrasi: (foto: Okezone)ilustrasi: (foto: Okezone)

BEKASI - Kenaikan harga kedelai yang melambung tinggi membuat pengusaha Tahu di Kota Bekasi kebingungan. Pasalnya, dengan kenaikan harga kedelai itu mereka harus memikirkan biaya pengeluarannya.

Pemikiran yang paling utama agar usahanya tetap terus berjalan salah satunya adalah memecat karyawan sementara.

Menurut keterangan, Sarkum (37) seorang pengusaha Tahu Tempe di Kota Bekasi mengakui, kenaikan kedelai mempengaruhi usahanya dari segi keuntungan. Dengan demikian, cara untuk mempertahankan usahanya itu tiga orang karyawannya untuk sementara diberhentikan.

"Menanggapi kenaikan kedelai untuk sementara tiga karyawan kami berhentikan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/8/2013).

Dirinya mengatakan, sebelum kenaikan harga kedelai saat ini karyawan yang bekerja ditempat usahanya berjumlah delapan orang. Tapi untuk mengurangi pengeluaran saat ini tinggal lima orang.

Diakui dirinya, kenaikan kedelai sudah terjadi sejak bulan Ramadan lalu secara bertahap hingga saat ini harganya sudah mencapai Rp910 ribu perkuintal dari harga normal Rp675 ribu.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai sejak bulan puasa cukup signifikan yang sekali naik mencapai Rp100 ribu per kuintal. "Bulan puasa harga Rp785 ribu, bulan berikutnya Rp885 ribu dan minggu ini sampai Rp910 ribu," tuturnya.

Persoalan karyawan yang dipecat olehnya untuk sementara, bagi dia, dana yang tadinya untuk membayar honor ketiga karyawan itu kini digunakan olehnya untuk menutupi pengeluaran biaya pembelian kedelai.

" Lumayan honor tiga karyawan buat pembelian kedelai agar usaha saya tetap jalan," ungkapnya.

Selain itu juga, dirinya mengakui cara lainnya adalah mengurangi ukuran dari produksi tahu tempe. Dijelaskan olehnya, satu kuintal yang biasanya dibuat menjadi 10 kotak saat ini dijadikan 11 kotak dengan ukuran yang berbeda. Hal ini dilakukan karena permintaan pasar juga bertambah.

" Harga jelas naik mas, dari yang biasa Rp114 ribu kini kita jual ke pedagang Rp132 ribu," akunya. (wan) (wdi)

Berita Selengkapnya Klik di Sini

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions