Created on Saturday, 05 October 2013 00:12 Published Date
Jakarta, GATRAnews - Persib Bandung mempunyai resep khusus untuk terhindar dari masalah finansial ketika musim kompetisi sedang berlangsung. Menurut Direktur Marketing PT Persib Bandung Bermartabat, M. Farhan keberhasilannya tersebut tidak lepas dari kuatnya tim pemasaran yang dimilikinya. Banyak tim yang berkompetisi di Liga Super Indonesia (LSI) mempunyai masalah dengan keuangan mereka, jika dipetakan hampir 90% klub tidak bisa mengatur pengeluaraan dan pemasukan mereka yang mengakibatkan terbengkalainya hak dari pemain.
"Tim saya ada 12 orang, mereka itu bukan orang yang suka atau fans terhadap Persib. Mereka justru tidak peduli apakah Persib nanti kalah atau menang," tutur Farhan dalam diskusi Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia di Jakarta, Jum`at (4/10).
Lebih lanjut Farhan menjelaskan, dengan memperkerjakan orang yang bukan suporter dari Maung Bandung, justru hal ini bisa membawa angin segar bagi klub, karena mereka bisa bertindak lebih tegas.
"Kalau marketing yang suka sama klub akan menjual potensi fans dengan hati, kalau yang tidak, pasti beda. Mereka akan lebih tega, mereka tidak segan-segan menaikkan nilai kontrak Persib di hadapan klien," katanya.
"Bisa saja yang nilai kontraknya, aturan Rp 5 milyar, misalnya. Hanya Rp 1 milyar, ya daripada klubnya tidak dapat duit. Jadi terima saja penawaran klien. Kalau yang bukan fans pasti akan tetap ngotot untuk menaikkan harga,"sambungnya.
Yang tidak kalah penting menurutnya adalah faktor pembelian pemain yang tepat dengan kebutuhan klub. Hal tersebut harus disesuaikan keadaan finansial klub itu sendiri. "Pembelian pemain harus disesuaikan dengan finansial klub. Banyak tim yang ngoyo mendapatkan pemain dengan harga tinggi namun tidak disesuaikan dengan keadaan keuangan yang ada," pungkasnya. (*/WN)
Berita Lainnya :