INFOHAJI
Minggu, 06 Oktober 2013 08:18 wib
Kemas Irawan Nurrachman - Okezone
Suasana di Masjid Nabawi saat di malam hari (Foto: Kemas IN/okezone)
MADINAH- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah mencatat telat terjadi tiga kasus perampasan di Madinah selama pra-Armina. Apa saja penyebabnya?
Kepala Seksi Pengamanan Madinah, Maskat Ali Jasmun, mengatakan, kasus perampasan itu kerap menyasar jamaah haji uzur dan terlihat linglung.
"Mereka berpura-pura menawarkan bantuan untuk membawakan barang-bawaan hingga pagar Masjid Madinah. Pelaku kemudian berusaha membantu mencarikan hotel tempat tinggal jamaah dan membuka tas jamaah," kata Maskat di Daker Madinah.
"Ketika membuka tas, pelaku kemudian memeriksa apakah jamaah ini membawa uang atau tidak. Saat ditemukan uang, pelaku mengambil dan pergi meninggalkan jamaah tersebut," tuturnya.
Dengan usia yang tidak muda lagi, tambahnya, jamaah tidak bisa mengejar pelaku. "Biasanya pelaku berjalan cepat dan menghilang di kerumunan. Mereka sudah hafal betul posisi di mana CCTV dan petugas," paparnya.
Sebelumya, Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, mengatakan, selama pelaksanaan ibadah haji pra-Armina terdapat sejumlah kriminalitas, namun secara angka mengalami penurunan tiap tahunnya.
Pada musim haji 1433 H, jumlah tindak perampasan dan di Masjid Nabawi masing-masing sebanyak tujuh kasus, sedangkan tahun ini tercatat masing-masing hanya tiga kasus. (kem)
Berita Selengkapnya Klik di Sini