Pages

Senin, 19 Agustus 2013

GATRANEWS - KLIK GATRA BARU BICARA
GATRANEWS, Berita Politik dalam dan Luar Negeri // via fulltextrssfeed.com 
Want Video Marketing ROI?

Don't let your video content go to waste by putting it on YouTube. Watch this free webinar and learn how to use video marketing to generate leads and drive sales!
From our sponsors
Neraca Pembayaran Indonesia Q2 Defisit 2,5 Milyar Dolar AS
Aug 19th 2013, 02:48

Created on Monday, 19 August 2013 08:46 Published Date

Warga Antre Menukar Uang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III Bali-Nusa Tenggara, Denpasar (ANTARA/Nyoman Budhiana)Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) mencatatkan Neraca Pembayaran (NPI) telah mengalami penurunan atau defisit. Hingga kuartal kedua 2013 defisit NPI menjadi 2,5 milyar dolar AS bila dibandingkan kuartal pertama 2013 yang defisit hingga 6,6 milyar dolar AS. Penurunan defisit NPI tersebut lebih dikarenakan transaksi modal dan finansial yang kembali mengalami surplus setelah pada triwulan sebelumnya mengalami defisit yang masih besar.

"Bauran kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia, didukung oleh kebijakan pemerintah di bidang pembiayaan fiskal, berhasil mengurangi dampak negatif dari memburuknya kondisi ekonomi dan keuangan global terhadap Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)," kata Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/8).

Namun demikian, melihat defisit NPI yang mengalami penurunan justru defisit transaksi berjalan malah mengalami peningkatan dikuartal kedua 2013 menjadi 9,8 milyar dolar AS. Ini lebih tinggi bila dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya 5,8 milyar dolar AS. Adapun defisit transaksi berjalan sebesar 9,8 milyar dolar AS tersebut setara dengan 4,4%dari produk Domestik Bruto.

Peningkatan defisit pada transaksi berjalan disebabkan oleh harga komoditas ekspor yang mengalami penurunan dan hal ini merupakan faktor musiman yang kerap terjadi. Bertambahnya defisit transaksi berjalan ini juga dipicu dengan penyusutan surplus neraca perdagangan non migas yang juga telah menyebabkan melebarnya defisit neraca jasa dan pendapatan. BI mengakui, penyusutan surplus neraca perdagangan non migas karena adanya impor bahan baku dan barang konsumsi yang terus meningkat

Seiring dengan adanya NPI yang masih mengalami defisit 2,5 milyar dolar AS dan juga defisit transaksi berjalan sebesar 9,8 milyar dolar AS, jumlah cadangan devisa hingga akhir Juni 2013 juga mencatatkan penurunan yakni menjadi 98,1 milyar dolar AS. Tetapi BI meyakini, bahwa jumlah cadangan devisa tersebut dinilainya masih cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri Pemerintah selama 5,4 bulan dan ini tetap berada di atas standard kecukupan internasional.

Di sisi lain, perbaikan kinerja ekspor non-migas juga tertahan pada harga komoditas di pasar internasional yang masih cenderung menurun yang lebih diakibatkan karena adanya perekonomian Cina yang melambat.

Agus mengaku optimis bahwa pada kuartal ketiga 2013 ada perbaikan ekonomi global. "Pada triwulan III-2013, perbaikan kondisi ekonomi dan keuangan global serta perlambatan permintaan domestik diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan keseimbangan eksternal Indonesia," kata Agus.

Menurutnya, pola musiman pada kuartal ketiga 2013 defisit transaksi berjalan akan jauh lebih rendah dari kuartal kuartal kedua 2013. Selain itu pada kuartal ketiga 2013 ekonomi dan juga harga komoditas diperkirakan membaik, ini akan berdampak positif terhadap kinerja ekspor non-migas. (*/DKu)

Berita Lainnya :

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions