KABAR PEMILU
Rabu, 23 Oktober 2013 17:41 wib
Timotius Aprianto - Okezone
Hary Tanoesoedibjo & Wiranto (Foto: Dok Okezone)
SEMARANG - Calon Wakil Presiden dari Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT), mengatakan, untuk memberantas korupsi di Indonesia diperlukan pemimpin yang bersih dan tegas. Jika pemimpin dapat menjadi contoh, maka akan tegas kepada bawahannya dalam pemberantasan korupsi.
"Yang atas harus berikan contoh tidak korupsi, harus jujur. Sehingga secara objektif menginstruksi atau memberikan sanksi kepada anak buahnya. Kalau enggak jujur enggak akan mungkin tegas," ujar Hary, Rabu (23/10/2013).
Selain itu untuk menekan korupsi dalam proyek-proyek pemerintah perlu dilakukan secara transparan. Selain itu, pelaksanaan tender juga membutuhkan waktu yang cukup agar dapat menekan celah-celah terjadinya korupsi.
"Semua proses yang terkait dengan proyek pemerintah harus transparan. Data harus dibuka kepada investor, jangan ada tender dihapus," ungkapnya.
Hary menilai penerapan kuota barang impor juga harus dihapus karena membuka peluang terjadinya korupsi. Pasalnya, kuota impor menyebabkan harga mahal dan memberi keuntungan bagi pengusaha.
"Kita tidak perlu kuota impor untuk melindungi produk dalam negeri. Kalau mau melindungi, kenakan saja pajak yang tinggi sehingga harganya mahal. Kalau pajak masuknya ke kas negara," ujarnya.
CEO MNC Group itu menambahkan, upaya lain untuk menekan terjadinya korupsi dengan melakukan pengawasan terhadap alokasi anggaran. Setiap anggaran yang disalurkan harus dievaluasi sesuai progres dari pelaksanaan proyek tersebut.
(tbn)
Berita Selengkapnya Klik di Sini