
Setelah kematiannya pun jasad Erick Priebke tak diterima di Italia, Jerman dan Argentina.
Erich Priebke, yang menjalani hukuman tahanan rumah karena perannya dalam operasi Nazi Jerman akan dikuburkan secara rahasia di lokasi yang tak diumumkan setelah meninggal dunia di Roma pekan lalu, kata kuasa hukumnya.
Rabu (16/10) lalu peti matinya ditahan pemerintah Italia dan dibawa ke sebuah pangkalan militer dekat Roma karena upacara pemakamannya Klik dihentikan akibat aksi protes massa.
Setelah itu aparat kota Roma melarang Priebke dimakamkan di wilayah kota ini.
Priebke diekstradisi dari Argentina dan dipenjarakan seumur hidup di Italia karena pembunuhan 335 warga sipil tahun 1944.
"Kesepakatan ini telah diterima pihak keluarga serta memenuhi standar etik dan spiritual," kata pengacara Paolo Giachini, tentang kesepakatan penguburan rahasia tersebut.
Ia menambahkan penguburan akan dilangsungkan dalam "upacara kecil untuk kerabat dekat".
Lokasi penguburan tak diketahui namun menurut Giachini "kami punya kontak untuk penguburan peti mati Priebke baik di Italia maupun di Jerman".
Seorang dokter ahli jantung sempat menawarkan untuk mengubur jasadnya di pekuburan keluarga sang dokter dekat kota Verona, namun wali kota setempat dikabarkan menolak usulan itu.
Kedutaan Besar Jerman di Roma mengatakan belum dihubungi pengacara Priebke dan belum menerima permintaan dilakukan pemakaman, tulis kanto berita Italia Ansa.
Pemerintah Argentina Klik juga menolak menerima jenazah Priebke untuk dikuburkan dekat makam istrinya, meski di negeri itu Priebke hidup hampir selama 50 tahun sebelum diekstradisi ke Italia.

Mobil jenazah Erick Priebke dikejar peserta protes yang menolak pemakamannya.
Kampung halamannya di Jerman juga menolak menerima penguburannya karena khawatir lokasi itu akan jadi tempat ziarah bagi pendukung neo-Nazi.
Pria ini adalah satu dari sekian perwira SS Nazi yang bertugas melakukan pembunuhan laki-laki dan anak-anak di Gua Ardeatine di Roma, Maret 1944. Pembunuhan itu merupakan salah satu kasus pembantaian terburuk di Italia selama Perang Dunia II.
Pembunuhan terhadap ratusan warga sipil ini dilakukan sebagai balasan atas terbunuhnya 33 tentara Jerman oleh pasukan perlawanan setempat.
Meski mengakui perannya dalam pembantaian itu, Priebke tak pernah menyampaikan ungkapan penyesalan dan terus berdalih ia hanya menjalankan perintah.
Ia mengatakan menerima perintah tersebut datang langsung dari Adolf Hitler.
Priebke diekstradisi ke Italia tahun 1994 setelah seorang wartawan penyelidik dari jaringan TV AS, ABC, berhasil melacaknya di Argentina.
Tahun 1998 ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Namun karena mengaku terlalu tua dan sakit untuk dihukum ia lalu dijatuhi hukuman tahanan rumah.
Vatikan bahkan mengeluarkan perintah melarang semua geraja katolik menyelenggarakan misa untuk Priebke meski kemudian pecahan Gereja Katolik, Masyarakat St Pius X, mencoba menyelenggarakan misa Selasa (15/10) lalu di luar Roma.