Pages

Senin, 30 September 2013

BBCIndonesia.com | Berita
// via fulltextrssfeed.com 
Shop the Official Crayola Store

Find art supplies for outdoor play, coloring books for indoor play and lots more. Visit our colorful online store today.
From our sponsors
Australia beri 'bantuan layak' untuk kapal pencari suaka
Sep 29th 2013, 15:33, by BBC Indonesia

Kapal pencari suaka

Kapal pencari suaka banyak yang rusak dalam perjalanan menuju Australia.

Australia menekankan telah memberikan bantuan layak untuk kapal pencari suaka yang tenggelam di perairan seputar Cianjur, Jawa Barat, yang menewaskan 28 orang.

Kapal yang mengangkut pencari suaka dari Lebanon, Yordania dan Yaman itu Klik tenggelam hari Jumat lalu dengan penumpang berjumlah antara 80 sampai 120 orang.

Tim penyelamat Indonesia berhasil menemukan tujuh jenazah lagi pada hari Minggu (29/09), enam dewasa dan satu anak laki.

Sejauh ini 28 orang dipastikan meninggal sementara puluhan lainnya masih hilang.

Para korban selamat menuduh Australia tidak mengindahkan permintaan pertolongan mereka.

Namun Menteri Keuangan Mathias Cormann mengatakan begitu mendengar berita tenggelamnya kapal hari Jumat, pihaknya langsung menghubungi pihak berwenang di Indonesia karena peristiwa terjadi di perairan Jawa Barat.

"Peristiwa ini terjadi di kawasan yang berada di bawah yurisdiksi Indonesia dan tentu saja, Australia memberikan bantuan yang layak"

"Tragisnya, peristiwa ini terjadi di kawasan yang berada di bawah yurisdiksi Indonesia dan tentu saja, Australia memberikan bantuan yang layak," kata Cormann.

Cormann mengatakan sejumlah laporan yang menyebutkan bahwa para pejabat Australia yang pertama kali mengetahui tentang kecelakaan itu tidak benar.

"Laporan yang masuk terkait operasi pencarian di kawasan SAR Indonesia. Dan tentu saja, tindakan segera dilakukan, dan pemerintah Australia segera mengontak Indonesia," kata Cormann.

Para korban selamat mengatakan kepada wartawan mereka mengontak kedutaan Australia selama 24 jam setelah kapal mereka tenggelam dan diberitahu untuk mengirim koordinat tempat kejadian untuk membantu tim pencari.

Tenggelamnya kapal pencari suaka ini terjadi menjelang kunjungan perdana menteri baru Tony Abbott ke Indonesia Senin (30/09).

Sejulmah laporan menyebutkan kebijakan kontroversial Australia tentang pencari suaka diperkirakan akan mendominasi pembicaraan Abbott di Indonesia.

Klik Kebijakan 'Stop the Boats' (Hentikan Kapal) Abbott mencakup operasi intelijen polisi Australia di desa-desa Indonesia untuk menyelidiki perjalanan para pencari suaka.

Namun Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memperingatkan menlu Australia Julie Bishop bahwa Indonesia "tidak dapat menerima kebijakan Australia yang melanggar kedaulatan (kami)."

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions