Pages

Senin, 19 Agustus 2013

BBCIndonesia.com | Berita
// via fulltextrssfeed.com 
Protect Yourself & Family

Never walk alone again with MyForce personal security you keep on your smartphone. Our 5-Diamond CSAA Monitoring Agents instantly monitor all alerts 24/7 nationwide.
From our sponsors
'Cara baru' dongkrak kekebalan atasi kanker
Aug 19th 2013, 03:35, by BBC Indonesia

Sel kanker paru

Jika konsisten pada manusia, penelitian ini bisa jadi terobosan pengobatan kanker.

Sekelompok peneliti Amerika Serikat berhasil menemukan cara untuk menaikkan derajat kekebalan tubuh dalam upaya menyerang sel kanker.

Sistem imun dalam tubuh manusia diseimbangkan dengan sangat rapi sehingga didesain untuk langsung menyerang zat asing yang masuk ke dalam tubuh, tetapi tidak terhadap bagian jaringan yang sudah ada di dalam badannya sendiri.

Dari hasil tes terhadap hewan, penelitian menunjukkan pengubahan pola keseimbangan ini bisa menjadi jalan masuk upaya perawatan terhadap kanker, tulis tim peneliti dari RS Anak Philadelphia.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Nature Medicine.

Ada banyak jenis penyakit yang disebabkan oleh sistem imun tubuh yang berubah menyerang jaringan tubuhnya sendiri, misalnya diabetes tipe 1 atau penyakit multiple sclerosis.

Salah satu titik penting dalam penelitian ini yang menyasar upaya pengobatan kanker maupun penyakit akibat sistem autoimun adalah sel Treg.

Sel ini adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang dalam kondisi normal akan berfungsi menenangkan seluruh jaringan untuk mencegah sistem kekebalan menyerang tubuhnya sendiri.

Para peneliti mencoba mengganggu sistem kerja sel Treg ini, mendorong agar sistem kekebalannya terpengaruh sehngga kemudian melepaskan serangan terhadap sel kanker.

Satu dari para peneliti, Dr Wayne Hancock, mengatakan: "Kami harus menemukan cara untuk mengurangi fungsi kerja sel Treg agar bisa melakukan tugas anti tumor tanpa menimbulkan reaksi auto imun."

Dalam penelitian ini para ahli membiakkan tikus percobaan yang kekurangan zat kimia yang dibutuhkan Treg agar dapat bekerja dengan efektif. Ahli kemudian menyuntikkan obat yang menghasilkan efek yang sama dengan tikus yang hidup normal.

Dalam kedua eksperimen tersebut pergerakan dalam sistem kekebalan berhasil membatasi pertumbuhan satu tipe kanker paru.

"Hasil tersebut benar-benar mengubah medan penelitian ke arah sebuah obat baru yang sangat berpotensi besar menjadi terapi kekebalan baru terhadap kanker," tegas Dr Hancock.

Meski demikian perkembangan ke arah sana diperkirakan masih akan berlangsung lama.

Masih dibutuhkan serangkaian tes lanjut yang dibutuhkan untuk memastikan apakah proses yang sama dapat dimanipulasi dalam sistem kekebalan tubuh sebelum bisa diujicobakan secara klinis pada manusia.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions