Created on Thursday, 26 September 2013 17:36 Published Date
Bandung, GATRAnews - Wakil Menteri Perindustrian Alex S.W Retraubun menyatakan, masyarakat harus meningkatkan fanatisme penggunaan produk dalam negeri untuk menghentikan serbuan produk impor. "Semua masyarakat di Indonesia harus memiliki kecintaan dengan produk buatan dalam negeri. Produk nasional memiliki daya saing yang tinggi," katanya pada acara pembukaan pameran produksi Indonesia (PPI) di Bandung, sebagaimana dilaporkan Antara, Kamis (26/9).
Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, mengatakan selama ini kebijakan safeguards masih belum dioptimalkan untuk membendung derasnya produk impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Pelaku usaha meminta kepada pemerintah agar proses penetapan instrumen tersebut dipercepat. "Upaya pemerintah dalam menetapkan safeguards hanya penggolangan beberapa harmonize system (HS) dari sektor hulu dan sektor hilir TPT. Saat ini, hanya 5 HS dari 1060 HS dan beberapa turunan TPT yang mampu direalisasikan pemerintah," paparnya.
Ade menambahkan, produk impor yang sering mendominasi pasar TPT Indonesia berasal dari China, Vietnam, Kamboja, Bangladesh dan Korea Selatan. Selain itu, produk yang diimpor merupakan stok lama. "Pemerintah diharapkan membuat regulasi yang mendukung sektor industri. Saat ini, persoalan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), sampai penetapan naiknya tarif tenaga listrik (TTL) pada tahun depan akan menghambat kinerja industri TPT dalam negeri," tandasnya. (*/DKu)
Berita Lainnya :