
Asap masih mengepul di pertokoan Westgate, Nairobi Kamis (26/09).
Pakar forensik Kenya dan asing mencari jenasah di pertokoan Westgate, Nairobi, di tengah ketidakpastian berapa banyak yang dapat ditemukan setelah penyanderaan selama empat hari oleh kelompok militan.
Korban yang diketahui sejauh ini 67 orang.
Menteri Dalam Negeri Kenya Joseph Ole Lenku mengatakan korban tidak akan meningkat tajam dan ia perkirakan jenazah anggota kelompok militan yang akan ditemukan.
Namun Palang Merah Kenya mengatakan paling tidak 50 orang masih hilang.
Sementara itu, Kenya masih dalam kondisi tiga hari berkabung untuk mengenang korban sipil dan militer yang meninggal dalam Klik serangan dan penyanderaan Klik kelompok militan.
Pemakaman bintang televisi dan radio yang tengah hamil Ruhila Adatia termasuk dari sejumlah pemakaman yang dilakukan hari Kamis.
Bendera dipasang setengah tiang di seluruh ibukota Kenya.
Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengumumkan Rabu (25/09) Klik serangan kelompok militan telah berakhir.
Pasukan keamanan melakukan pemindaian terhadap penumpang dengan detektor metal sebelum naik bus.
Sejumlah laporan menyebutkan strategi kontraterorisme dan koordinasi tanggap bencana pemerintah akan dikaji ulang menyusul serangan tersebut.
Pakar forensik Kenya dibantu oleh pakar dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada serta Interpol untuk memeriksa DNA, sidik jari, dan petunjuk balistik lain di komplek pertokoan itu.
"Kami telah melakukan tahapan lebih lanjut," kata mendagri Joseph Ole Lenku.
Ia mengatakan pemeriksaan forensik akan dilakukan paling tidak selama tujuh hari.
Ia memastikan bahwa lima militan tewas dan ia perkirakan sejumlah mayat akan ditemukan di tengah puing-puing bangunan yang tiga lantainya runtuh itu.