Pages

Minggu, 29 Juni 2014

Sindikasi welcomepage.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal welcomepage 
Make fitness a way of life

Sign up at a 24 Hour Fitness near you for a 7 day free trial. Join a class and find a community!
From our sponsors
Cara RM Dapur Sunda Hadapi AEC 2015
Jun 29th 2014, 03:05

RUMAH Makan Dapur Sunda semakin dikenal masyarakat atas suguhan fine dining di sembilan gerai di Jakarta. Untuk mengembangkan sayapnya, RM Dapur Sunda membentuk The Dream Team. Tim tersebut berisikan masyarakat dengan berbagai profesi yang bertugas mencari konsumen untuk menikmati menu di Rumah Makan Dapur Sunda.  
"Fungsinya mengoptimalkan marketing, in house marketing yang kita miliki, yang diperlukan pengusaha dalam mengembangkan usahanya adalah insting, untuk itu saya membentuk tim yang berstatus freelance itu untuk terus menjaga citra RM Dapur Sunda. Mereka bertugas memerkenalkan Dapur Sunda ke masyarakat," kata Pemilik RM Dapur Sunda Endah Kaniasari Anshor dalam keterangan tertulis kepada Okezone, baru–baru ini.
 
Menurut Endah, alasan lebih memilih membentuk The Dream Team ketimbang sistim franchise karena tidak mengajarkan talenta dalam berusaha. Dalam berusaha di bidang kuliner, lanjutnya, dibutuhkan kepercayaan diri dan kerja keras.
 
"Dengan insting yang kami miliki Dapur Sunda sudah memiliki sembilan cabang. Delapan cabang di Jakarta dan satu cabang di Bali. Dari sembilan cabang itu, total pengunjung setiap hari mencapai 1.500 orang dan apalagi kita akan menghadapi pasar bebas, AEC 2015, kalau tak kreatif kita akan tertinggal, karena itu harus terus berinovasi," imbuh Wasekum Asosiasi Perusahaan Jasa Boga ini.
 
RM Dapur Sunda berdiri pada 1986. Usaha kuliner tersebut didirikan oleh ibunya. Kemudian dia pun mengembangkannya. Dapur Sunda yang pertama berdiri di Jalan Raya Cipete, Jakarta Selatan. Luas lahannya 200 meter dan desain interior, serta eksteriornya masih sederhana. Waktu terus berjalan dan kompetitor pun terus bertambah. Meski begitu, dia tidak terpengaruh dengan tren saat itu. Dengan kepercayaan diri yang dimilikinya, dia pun fokus menyasar konsumen kelas menengah ke atas.
 
"Kami tidak menggarap konsumen menengah ke bawah. Tapi kami tetap fokus pada kalangan menengah ke atas. Hingga kini kami tetap survive," ungkapnya.

Untuk menarik dan membuat pengunjung semakin nyaman, Sekjen DPD IWAPI DKI ini menyatakan bahwa kecintaan masyarakat Sunda terhadap musik tradisionalnya makin menurun. Oleh karena itu, dia berusaha melestarikan musik Sunda. Upayanya itu dilakukannya dengan menampilkan drama musikal Sunda dengan kreasi angklung.
 
"Ini inovasi yang kami lakukan. Karyawan kami belajar alat musik angklung. Jadi, konsumen dapat menikmati alunan musik angklung sambil menikmati menu masakan Sunda, masyarakat dapat belajar alat musik angklung di RM Dapur Sunda. Seperti halnya siswa SMA di Bali yang belajar angklung di RM Dapur Sunda Bali," paparnya.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions