Wawancara khusus
Chris John jagokan Pac Man
Yova Adhiansyah
Jum'at, 11 April 2014 − 14:50 WIB

Pacquiao terpaksa merelakan sabuk juara WBO-nya ketika Bradley (kiri) menang di pertemuan pertama mereka. Kini petinju asal Filipina tersebut bakal jadikan duel rematch tersebut sebagai ajang pembuktian bahwa lawannya itu tidak pantas menang di pertemuan
Sindonews.com - Banjir dukungan, itulah gambaran yang sedang dirasakan Manny Pacquiao jelang pertarungan melawan juara kelas welter versi WBO, Timothy Bradley. Pasalnya, tidak hanya CEO Mayweather Promotions, Leonard Ellerbe, saja yang memberikan dukungan kepada petinju Filipina tersebut. Chris John pun mempunyai pendapat yang sama tentang hal itu.
Duel ulang antara Pacquiao dengan Bradley sudah dipastikan menyedot perhatian pecinta olahraga tinju di seluruh dunia. Terlebih, banyak kalangan yang menilai jika pertarungan ini merupakan ajang balas dendam Pac Man- julukan - Pacquiao - ketika dia terpaksa merelakan sabuk juara WBO-nya direbut Bradley dua tahun lalu lewat kemenangan kontroversial.
Sekarang, pertarungan yang digelar di MGM Grand, Las Vegas, Amerika Serikat. Kembali menjadi saksi bagaimana kedua petinju itu saling melancarkan pukulan terbaiknya untuk mengkanvaskan lawan. Melihat pertarungan kelas welter ini, Chris John punya pendapat sendiri.
Pria yang dikenal dengan julukan The Dragon itu menjelaskan bahwa pertarungan ini bakal berlangsung sengit sepanjang ronde pertama hingga ke-12. Karena, tambah dia, kedua petinju sama-sama mempunyai peluang untuk keluar sebagai pemenangnya.
"Saya pikir kedua petinju sama-sama mempunyai peluang untuk memenangkan pertarungan ini. Terlebih, baik Pacquiao maupun Bardley sudah mempelajari kelemahan dan kelebihan masing-masing. Tapi, jika Bradley lengah atau membuat kesalahan sedikit saja maka akan sangat berisiko. Karena kita tahu kan feeling Pacquiao melepaskan pukulan sudah diakui," jelas Chris John ketika dihubungi Sindonews, Jumat (11/4).
Soal siapa yang dijagokan antara Pacquiao dengan Bradley, John menjawab Pac Man. Sebab, tambah dia, petinju ini memiliki pengalaman yang mumpuni ketimbang Desert Storm (jukukan Bradley).
"Saya kira Pacquaio, karena, kita sudah tahu sendirilah bagaimana jam terbang dia. Ya, jadi saya jagokan dia," tukas petinju yang memutuskan pensiun usai dikalahkan Simpiwe Vetyeka, Desember tahun lalu.
(
wbs)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.