Pages

Jumat, 11 April 2014

Berita Politik, Hukum, Dunia - Indonesia News Today
Liputan6.com Indonesia News Today, menyajikan kabar berita terkini indonesia dan dunia internasional meliputi berita politik hingga hukum dan kriminal 
Find Unique T-shirts

Explore the most popular t-shirts on Cafepress. Discover great designs celebrating anything you can think of.
From our sponsors
Anggaran Dobel Rp 700 Miliar Ditemukan di Dinas Pendidikan DKI
Apr 11th 2014, 07:46, by Andi Muttya Keteng

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pendidikan DKI melaporkan dugaan dobel anggaran senilai Rp 700 miliar dalam proyek rehabilitasi dan pengadaan barang, serta Alat Tulis Kantor (ATK) sekolah di Jakarta.

"Sudah saya laporkan ke gubernur. Langkah pertama Disdik di 2014, inventarisasi, kegiatan mana, anggaran mana yang tidak bisa dilaksanakan. Muncullah angka Rp 700 miliar," ungkap Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Diduga, kata Lasro, dobel anggaran terjadi karena dalam 1 proyek terjadi 2 kali penganggaran. Misalnya 1 sekolah di sebuah perencanaan, dianggarkan rehab total. Ternyata dalam perencanaan lainnya, juga dianggarkan rehab total di sekolah yang sama.

Begitu juga dengan pengadaan barang perlengkapan sekolah, seperti pot tanaman. Menurut Lasro, pembelian pot ini misalnya dianggarkan 5 buah, padahal kebutuhan hanya 2 pot. Sehingga terjadi overload atau kelebihan anggaran.

"Rp 500 miliar itu overload. Bagaimana bisa terjadi? Ya, jangan tanya saya. Saya kan hanya menemukan," katanya.

Yang pasti, lanjut Lasro, dana temuan itu akan langsung dikembalikan ke kas Pemprov DKI. Pihaknya pun akan melakukan evaluasi hingga Juli mendatang. Jika telah dianggarkan dalam perencanaan dan ternyata tidak dilaksanakan, dana tersebut akan dikembalikan.

"Saya sudah lisan ke gubernur. Akan kita pilah nanti. Akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak dilaksanakan, go ahead (lanjut). Kembalikan," jelasnya.

Guna menghindari hal sama terjadi, Lasro menegaskan, dalam anggaran Dinas Pendidikan DKI periode 2014 ini, pihaknya akan melakukan sensus gedung untuk penyesuaian kebutuhan, dengan dana yang dianggarkan.

"Setelah itu saya panggil kepala sekolah, bener nggak butuh ini? Kalau nggak, coret. Contohnya pengadaan ATK sekolah," pungkas Lasro. (Yus Ariyanto)

(Rochmanuddin)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions