Ilustrasi: (Foto: Reuters) JAKARTA - Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) mengungkapkan, industri telepon seluler (ponsel) atau pengusaha ponsel nasional sangat keberatan jikalau pemerintah benar-benar merealisasikan PPnBM terhadap ponsel mewah atau smartphone sebesar 20 persen.
"Kalau bayar 20 persen itu pengusaha tidak akan sanggup membayar," kata Wakil Ketua APSI Lee Kang Hyun di Erajaya Executive, Capital Building, Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Lee mengatakan, dengan penerapan PPbBM sebesar 20 persen terhadap ponsel mewah atau smartphone tidak akan mengurangi terjadinya penyelundupan ponsel yang terjadi di Indonesia.
"Hasilnya sama saja (penyelundupan banyak terjadi), oleh itu dipertimbangkan lagi," tambahnya.
Selain itu, Lee melihat niat pemerintah untuk mengundang para investor guna melakukan investasi di Indonesia, seperti membangun pabrik akan terhambat. Menurut dia, akan sulit mencari investasi pembangunan pabrik dengan penerapan PPnBM ini.
"Perbedaan harga yang jauh, makanya lokalisasi industri akan sulit bertahan, karena harga jual cenderung sangat jauh. Pemerintah mengundang investor banyak sekali, kalau kenakan PPnBM 20 persen ini nanti akan menyebabkan persaingan harga yang jauh sekali," pungkasnya. (rzy)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.