Pages

Selasa, 15 April 2014

Sindikasi welcomepage.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal welcomepage 
Let the jobs find you

Instantly post your resume to 75+ job sites. You can save 60 hours off your job search.
From our sponsors
Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Preman Digelar di Terminal Giwangan
Apr 15th 2014, 05:36

YOGYAKARTA - Rekonstruksi pembunuhan sadis yang dilakukan dua pengamen terhadap seorang preman di pintu keluar Terminal Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, berlangsung lama. Pasalnya, banyak adegan yang harus diulang karena petugas merasa terganggu dengan banyaknya orang yang menyaksikan rekonstruksi tersebut dari jarak dekat.

Berdasarkan pantauan, awalnya puluhan polisi membuat pagar betis melingkar begitu agedan dimulai. Namun kemudian, mereka kualahan menahan massa yang semakin mendekati area rekonstruksi untuk melihat dari jarak dekat.

Tak ada garis polisi diduga menyebabkan warga meringsek maju. Tak lama berselang, polisi meminta massa untuk menjauh dan garis polisi pun dibentangkan.

Meski sempat diulang, rekonstruksi berjalan lancar. Beberapa adegan dilakukan kedua tersangka dengan replika kertas tebal berbentuk pisau dan pedang. "Ada 27 adegan yang dipergakan mulai dari awal hingga akhir," ujar Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Slamet Santoso, Selasa (15/4/2014).

Slamet menyampaikan rekonstruksi guna mencocokan berita acara pemeriksaan yang ditangani penyidik. Pada adengan ke 17-19, terlihat pelaku menusuk tubuh korban berkali-kali meski sudah tidak berdaya. "Semuanya cocok, sesuai dengan yang ada di BAP," ujarnya.

Pemeran rekonstruksi merupakan dua tersangka, yakni BH alias Sampel alias Gondrong (28), warga Pasuruan, Jawa Timur, dan DV (23) alias Davis, asal Pleret, Bantul, DIY. Davit harus mengenakan tongkat untuk berjalan, karena kakinya tertembus peluru saat ditangkap pada 15 Maret lalu.

Seperti diberitakan, pembunuhan yang dilakukan oleh BH dan DV terhadap Agus Nugroho didasari rasa sakit hati. Korban yang dikenal sebagai preman di Terminal Giwangan sering rebutan area ngamen dengan para pelaku.

Agus tewas dengan luka tusuk di sekujur tubuh. Selain Agus, rekan Agus, Joko juga jadi sasaran amuk para pelaku. Beruntung joko dapat menyelamatkan diri meski tubuhnya sempat ditusuk sampai lima kali.
 

(ris)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions