Pages

Senin, 14 April 2014

SINDOnews Feed
Media Online yang menyajikan informasi terpercaya tentang berita Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi-Bisnis, Internasional, Olahraga, dan Sepakbola 
Eventbrite makes it happen

Create an event and sell tickets online through Eventbrite. It's simple! Sign up and get started today.
From our sponsors
Dicari, capres yang sakti!
Apr 14th 2014, 09:10

R Ratna Purnama

Senin,  14 April 2014  −  16:10 WIB
Dicari, capres yang sakti!

Sindonews.com - Mendekati Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang akan digelar 9 Juli mendatang, partai politik telah merapatkan barisan untuk mencari kandidat calon presiden (capres) terbaik. Namun dinilai, hingga saat ini belum ada capres yang sepenuhnya memenuhi kriteria pemimpin ideal.

"Saya belum menemukan figur yang sakti. Dalam arti, sesuai dengan hasil riset Ary Suta Center (ASC). Karena, yang ada sekarang, selalu lahir dari proses transaksional," kata Chairman and Founder of the Ary Suta Center, I Putu Gede Ary Suta, saat peringatan ASC yang ke-VI di Puri Kerta Bumi, Cinere, Depok, Senin (14/4/2014).

Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menilai capres mendatang haruslah seorang pemimpin yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk berkorban dalam memperjuangkan kemakmuran dan keadilan bagi rakyatnya.

Meski saat ini belum ada profil capres yang seperti itu, Ary mengaku tetap optimistis suatu saat nanti Indonesia bakal dipimpin oleh orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan menjadikan kepercayaan sebagai landasan untuk membangun hubungan dengan rakyat.

Menurutnya, perubahan peradaban akan segera terjadi, dan bahkan sudah terjadi di sebagian negara. "Pemimpin harus mementingkan pengetahuan, pemanfaatan teknologi, dan memiliki jiwa seni. Siapa yang memiliki kemampuan bercerita (visioner), akan mampu membuat kebenaran. Indonesia butuh pemimpin yang tidak takut mati dan selalu memperdalam ingatan kolektif," ungkapnya.

Dalam Pemilu 2014 ini, Ary meminta masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Masyarakat harus mencari informasi sebanyak mungkin tentang para calon pemimpin sehingga memiliki gambaran kriteria pemimpin yang ideal. Menurut dia, pada dasarnya pemimpin bangsa masa depan harus memiliki jiwa kesatria.

"Bersedia untuk berkorban, berani menetapkan paradigma dan melakukan perubahan, serta dapat bekerja dalam perubahan dan paradigma baru," tambah Ary.

(hyk)
google play
views: 215x

Facebook

Twitter

Google+

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
mML0sUBsV7.jpg?w=120 (image/jpeg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions