Suryadharma Ali menyampaikan orasi politiknya dihadapan ribuan kader dan pengurus PPP dan Ulama se-Indonesia di Pondok Pesantren As Sidiqiyah, Batu Ceper, Tangerang. (Foto: Antara) JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) enggan menanggapi ancaman pemecatan dirinya oleh elite partai karena menghadiri kampanye Partai Gerindra bersama Prabowo Subianto.
"Kita tidak terlalu serius menanggapi itu karena PPP ibarat perusahaan yang sudah go public. Jadi banyak pemegang saham di situ, nah karena banyak pemegang saham dan mereka berhak bicara," kata SDA saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (10/4/2014).
SDA pun mempersilahkan para petinggi partai yang membicarakan pemecatan dirinya di media. Menurutnya, partai bisa memecatnya sebagai ketua umum jika dilakukan muktamar luar biasa.
"Biarkan mereka bicara begitu. Kalau pencopotan saya itu, ada forumnya yang namanya muktamar. Nah kalau nama forumnya ada muktamar luar biasa saya mendapatkan mandat dari muktamar, yang bisa mencopot saya itu muktamar," tegasnya.
Kendati demikian, SDA menerangkan bahwa bisa saja partai melaksanakan muktamar luar biasa. Namun ia tidak mempermasalahkannya karena dalam muktamar tersebut bisa berhasil atau tidak berhasil ia dilengserkan.
"Ya mungkin saja, kalau mungkin dia berhasil mungkin juga tidak. Tidak ada yang tidak mungkin, jadi ada saja kemungkinan itu, tetapi peserta muktamar itu kan bukan hanya elite politik PPP, tapi seluruh cabang. Saya kira itu didramatisir saja, tidak ada masalah," tutup SDA.
Sekedar diketahui, sejumlah elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dikabarkan akan memecat Djan Faridz dan Suryadharma Ali dari jabatannya di partai. Mereka kecewa atas kehadiran SDA dan Djan Faridz dalam kampanye Partai Gerindra di Senayan, beberapa waktu lalu.
(sus)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.