JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mempertanyakan kinerja pemerintah DKI Jakarta. Pasalnya, penyerapan anggaran pada bulan ke empat tahun anggaran 2014 sangat rendah.
Koordinator FITRA, Uchok Sky Khadafi, mengutip data yang dipublikasikan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DKI Jakarta tertanggal 11 april 2014, realisasi anggaran sekira Rp410.878.843.308 dari total APBD Rp72 triliun.
"Bila mengacu ke data tersebut, maka penyerapan anggaran pemerintah Jokowi-Ahok sangat rendah sekali atau hanya sekira satu persen," kata Uchok, Senin (14/4/2014).
Uchok menuturkan, minimnya realisasi anggaran DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Joko Widodo (Jokowi)- Basuki T Purnama (Ahok) sangat mengecewakan.
"Dalam perencanaan dan pembahasan APBD Jakarta juga sangat lambat serta pengesahan juga terlambat. Jadi kerjanya apa? Ini sangat menganggu pelayanan kepada publik," terang Uchok.
Uchok mengatakan, seharusnya Jokowi-Ahok bisa melihat banyak ruas jalan di Ibu Kota yang rusak karena serapan anggaran rendah. Dia berharap, Jokowi tidak hanya sibuk dengan urusan pencalonannya sebagai Presiden.
"Urusin juga rakyat Jakarta. Jangan mengkianati amanah rakyat yang sudah diberikan. Ahok juga, ayo bekerja keras untuk merealisasikan APBD Jakarta tahun 2014. Jangan terus berkoar-koar hanya untuk mencari sensasi agar bisa ngetop," tukasnya. (trk)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.