Pages

Jumat, 18 April 2014

Sindikasi welcomepage.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal welcomepage 
Grow your customer base.

Start a lead gen campaign on LaunchBit and cost-effectively grow your company today!
From our sponsors
Arah Koalisi PKB Lebih Condong ke Partai Nasionalis
Apr 18th 2014, 10:30

Jum'at, 18 April 2014 17:30 wib | Mohammad Saifulloh - Okezone

JAKARTA - Realitas politik kontemporer secara faktual belum berpihak pada gagasan koalisi partai-partai berbasis Islam. Ketiadaan tokoh yang populer serta minimnya sumber daya kapital menjadi kendala utama.
 
"Kondisinya sangat dilematis, tapi inilah realitas politik saat ini supaya tidak ada dusta di antara partai-partai berbasis islam," ujar Ketua Fraksi PKB Marwan Ja'far kepada Okezone di Jakarta, Jumat (18/4/2014).
 
Marwan menjelaskan, sampai saat ini PKB masih cenderung berkoalisi dengan partai berbasis nasionalis lantaran belum ada figur yang mampu dan mau menjadi kandidat capres atau cawapres dalam kerangka partai-partai berbasis Islam. "Kalau toh mau, belum tentu mampu. Kalau toh mampu, belum tentu mau," ulasnya.
 
Alasan berikutnya, kata dia, belum ada tokoh-tokoh Islam yang punya elektabilitas dan popularitas tinggi dan bisa bersaing dengan tokoh-tokoh partai berbasis nasionalis. Sementara waktu untuk mendongkrat popularitas dan elektabilitas sangat mepet.
 
Hal lain yang tidak kalah penting adalah dari sisi finansial, karena biaya kampanye juga sangat tinggi. Mulai dari sosialisasi kandidat, membuat iklan, kunjunggan ke daerah-daerah, membentuk relawan dan tim sukses, serta kebutuhan lainnya.
 
"Semuanya itu butuh biaya tinggi. Meski demikian kemungkinan-kemungkinan politik bisa saja terjadi, yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang mungkin bisa jadi menjadi tidak mungkin. Itulah politik. Sangat dinamis dan penuh nuansa ketidakpastian. Segala kemungkinan politik sedang kami kaji secara mendalam dan komprehensif," ungkapnya.
 
Terlepas dari berbagai argumentasi di atas, Marwan memaparkan, dalam politik kontemporer sudah tidak relevan lagi mendikotomikan antara partai berbasis nasionalis dan partai-partai berbasis Islam. Dalam konteks Indonesia, Islam tidak perlu diformalisasikan, tapi dilaksanakan secara substantif. Yang penting spirit keislaman mewarnai keindonesiaan
 
"Kalau bicara Islam yang formalis, terkesan primordial. Primordialisme bisa merusak kemajemukan dan kebhinekaan Indonesia. Lebih baik substansi dan spirit Islam yang dikedepankan, bukan formalisasi Islam. Islam itu rahmatan lil 'alamin," tegasnya.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions