Jum'at, 18 April 2014 - 17:29 wib | Raiza Andini - Okezone
Kekerasan anak (Foto : Google) SEBUAH penelitian terbaru telah menemukan tanda anak remaja yang melakukan pelanggaran serius, seperti pemerkosaan bahkan pembunuhan.
Anak yang memiliki sedikit harapan untuk masa depannya akan membuat dirinya terdorong melakukan kejahatan dari waktu ke waktu, hasil studi menyebutkan.
"Masyarakat yang tertekan dan selalu melakukan tindak kejahatan, yaitu orang-orang yang tidak memiliki masa depan," kata Alex Piquero, seorang profesor kriminologi di University of Texas, AS.
Persepsi dari anak remaja tentang berapa lama mereka hidup juga mendorong jiwanya melakukan tindak kekerasan. Karenanya, hal tersebut sangat mengganggu jiwanya yang labil dan belum memiliki jati diri.
Mereka tidak berpikir tentang risiko yang dilakukan dan tidak dapat menerima masukan dari orang lain terkait apa yang dilakukannya.
Piquero meminta kepada anak-anak di bawah umur dari 16 tahun yang melakukan tindak kriminal untuk ingat akan kematian dan bersikap normal terhadap sekelilingnya. Demikian yang dilansir Times of India.
(tty)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda. This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.