Liputan6.com, Jakarta - Polri siap mengamankan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA atau sederajat yang berlangsung 14-16 April 2014. Polisi mengamankan setiap sekolah yang melaksanakan UN di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto mengatakan, dalam penjagaan UN ini akan ditempatkan 2 hingga 3 anggota kepolisian di setiap sekolah. Saat bertugas mereka ada yang berseragam dan menggunakan pakaian sipil.
"Bapak Kapolri sudah memerintahkan agar jajaran kepolisian di setiap Polda mem-back up pelaksanaan UN yang dilakukan dari 14 April sampai 16 April 2014 tingkat SMA. Kita memberikan dukungan ada 2 sampai 3 polisi yang mengamankan. Berseragam ataupun tidak berseragam. Ini untuk kelancaran UN," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/4/2014).
"Beruntung dilaksanakan setelah pemungutan suara. Jadi sekarang bisa fokus menangani UN," ujar Agus.
Lebih jauh, Polri mengimbau kepada seluruh siswa dan siswi yang melaksanakan UN agar tetap fokus dan tidak terjebak dengan isu beredarnya bocoran kunci jawaban UN 2014. "Kita ingatkan kepada orangtua dan siswa agar mempersiapkan diri untuk UN. Kunci jawaban yang beredar itu semua menyesatkan."
"Di sekitar adik-adik sekalian ada polisi untuk mengawasi, tapi jangan takut. Karena mereka hanya ingin menjaga keamanan pelaksanaan UN lancar. Karena kemungkinan pelanggaran terjadi pasti ada, seperti mencontek, joki," sambung Agus.
Pada 10 April lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kapolri telah melakukan konferensi video dengan seluruh Kapolda dan Kepala Dinas Pendidikan. Pada kesempatan itu, mereka menyatakan kesiapannya melaksanakan UN. (Yus Ariyanto)
(Rochmanuddin)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.