Penyebab IHSG anjlok
HT: Pelaku pasar kecewa hasil quick count
Lily Rusna Fajriah
Kamis, 10 April 2014 − 15:29 WIB

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Foto: Ist
Sindonews.com - CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini disebabkan karena pelaku pasar kecewa dengan hasil quick count pemilu legislatif (pileg) kemarin.
IHSG hari ini dibuka melemah 92,09 poin atau 1,87 persen ke level 4.829,31. Pada sesi I perdagangan hari ini meninggalkan level 4.800, merosot 156,74 poin atau 3,18 persen ke level 4.764,66.
"Jadi hasil quick count kemarin memang menunjukkan semua partai politik tidak ada yang menonjol. Semuanya di bawah 20 persen. Sehingga itu bisa dilihat dari reaksi pasar hari ini," ungkap HT di kantornya, Kamis (10/4/2014).
Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang diusung Partai Hanura ini melihat IHSG pasca quick count tadi pagi akan terus seperti ini hingga pekan depan. Karena, belum ada kepastian, dan investor akan tetap menunggu kepastian itu.
"Semakin tidak pasti, mereka akan keluar dulu. Jadi mereka keluar dulu dan melihat reaksinya bagaimana," jelas HT.
Setelah itu, lanjut dia, jika secara koalisi akan terlihat bagus maka investor akan kembali masuk. Namun sebaliknya, jika secara koalisi kurang menguntungkan, maka mereka enggan untuk berinvestasi di Indonesia.
"Jadi kesimpulannya, mereka melihat ada ketidakpastian koalisi dari partai-partai politik. Ke depan, solusinya seperti apa, hasilnya seperti apa? Masih menunggu. Ini khususnya berdampak pada pasar modal. Kalau investasi ya tentunya siapapun yang mau investasi melihat perkembangan terlebih dulu," terangnya.
HT menegaskan, hasilnya tidak sesuai dengan harapan pasar. Karena sebelumnya masyarakat dan investor berharap akan ada partai yang menonjol, dan itu dapat memastikan siapa calon presiden (capres) yang akan diusung. Namun melihat hasil quick count, pelaku pasar akan melihat dan mempertimbangkan terlebih dahulu siapa capres yang diusung.
"Tapi ternyata dengan keadaan ini, katakan siapa yang menjadi pimpinan belum tahu. Partai mana belum tahu, pemimpinnya siapa juga belum tahu. Ini menarik sekali. Itulah kenapa saya katakan tiga pekan ke depan, ini adalah masa vacum. Investor dan masyarakat menunggu sampai ada kejelasan. Kejelasan partai apa dengan koaliasi apa?" pungkas HT.
(
izz)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.