Presiden Palestina Mahmoud Abbas (Foto:Reuters) YERUSALEM - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin 3 Juni 2014 resmi melantik pemerintahan baru Palestina. Pemerintahan baru tersebut merupakan pemerintahan gabungan antara dua faksi besar di Palestina, Hamas dan Fatah.
Penlatikan ini dilakukan dalam upacara yang singkat di Tepi Barat. Dalam acara tersebut, Abbas melantik 17 anggota kabinet baru Palestina.
Dilansir dari Pakistan Today, Selasa (3/6/2014), pemerintahan gabungan yang baru dilantik Abbas dinilai sebagai langkah maju demi berdirinya Negara Palestina.
Hal tersebut terkait dengan pertikaian yang terjadi antara Hamas dan Fatah yang berlangsung dalam waktu lama. Kedua faksi ini pun menyatakan rekonsiliasi yang mereka lakukan adalah sebagai upaya mempersatukan Palestina yang sudah terpecah akibat perseturuan Hamas dan Fatah.
Walau sudah melakukan rekonsiliasi, tidak serta merta menyebabkan Palestina mudah untuk mencapai tujuannya. Pasalnya, rekonsiliasi sangat ditentang oleh Israel. Bahkan Negara Yahudi tersebut menyatakan sudah menghentikan rencana dialog damai karena adanya rekonsilasi Hamas-Fatah.
(ger)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.