Liputan6.com, Nganjuk - Kekerasan guru terhadap muridnya kembali terjadi. Johan Trinovansah, siswa kelas 1 SMPN 2 Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bhayangkara, Nganjuk, sehari setelah dipukul oleh S, seorang guru olahraga.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (1/6/2014), siswa asal Desa Ngadiboyo, Kecamatan, Rejoso, mengalami luka di bagian bibir dengan luka lebam dan berdarah di bagian dalam mulut. Usai menjalani perawatan, korban segera melapor ke Polres Nganjuk.
Menurut korban, kejadian pemukulan itu bermula saat korban sedang izin untuk tidak mengikuti latihan olahraga bola voli. Korban beralasan ada rapat OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di sekolahnya. Namun sang guru tidak mengijinkan hingga terjadi pemukulan tersebut.
Dari keterangan korban, ada 3 siswa yang dipukul. Namun baru korban saja yang melapor ke polisi. Aksi main tangan itu tidak hanya dilakukan sekali, namun sering kali dilakukan oleh pelaku pada sejumlah siswa yang dinilai tidak patuh.
Sementara dari hasil visum polisi, korban dipasitkan mengalami luka lebam dan robek di bagian mulutnya. Korban pun langsung menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Mapolres Nganjuk.
Dalam waktu dekat, polisi berencana memanggil sejumlah saksi dan pelaku pemukulan. Sayangnya, saat hendak dikonfirmasi di sekolahnya pelaku tidak ada di tempat. (Riz)
(Muhamad Nuramdani ) ;
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.