Pages

Jumat, 01 Agustus 2014

Berita Politik, Hukum, Dunia - Indonesia News Today
Liputan6.com Indonesia News Today, menyajikan kabar berita terkini indonesia dan dunia internasional meliputi berita politik hingga hukum dan kriminal 
The Next Generation in Online Meetings

GoTo Webinar is a new, affordable, do-it-yourself Web event service that doesn't require a consultant. Get $10 off after your complimentary trial.
From our sponsors
Penumpang Protes Penerapan 2 Kali Bayar Naik APTB
Aug 1st 2014, 09:06, by Hanz Jimenez Salim

Bus APTB dan Bus Transjakarta melintas di halte bus Transjakarta Karet II, Jakarta, Jumat (6/6/14). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Tiket bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB), Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB), Kopaja, dan Kopami tidak lagi dijual di loket halte bus Transjakarta.

Penerapan aturan itu sudah mulai diterapkan di Halte Semanggi, Jakarta Pusat, hari ini. Di loket pembelian tiket telah terpajang sebuah kertas pengumuman yang menyebut tak melayani tiket penjualan APTB, BKTB, Kopami, dan Kopaja.

Selain itu, setiap penumpang yang akan menaiki APTB, BKTB, Kopaja, dan Kopami diwajibkan terlebih dulu membeli tiket Transjakarta sesuai tarif. Sebab, untuk memasuki ruang tunggu kedatangan bus, penumpang harus melintasi pintu gerbang atau gate Transjakarta di halte tersebut.

Sementara untuk penjualan tiket APTB, BKTB, Kopami, dan Kopaja dilakukan di dalam bus sesuai tarif dari masing-masing operator bus.

Salah satu penumpang yang kerap menggunakan APTB, Seno (27) mengaku tak setuju atas penerapan aturan baru itu. Menurut Seno, biaya tarif bus Transjakarta tak seharusnya diberlakukan saat masuk ke halte Transjakarta, padahal dirinya sama sekali tak akan menaiki bus Transjakarta.

"Kurang setuju, masalahnya kita bisa bayar dua kali. Saya naik APTB Rp 12.500 ditambah harus beli lagi tiket bus Transjakarta Rp 3.500. Padahal cuma untuk masuk pintu aja kan ini," kata Seno saat ditemui di Halte Semanggi, Jakarta, Jumat (1/8/2014).

Pria yang bekerja sebagai karyawan di salah satu perkantoran di Kawasan Semanggi itu mengaku kaget dengan aturan baru tersebut. "Aneh banget, beban juga buat karyawan kecil. Nggak ada pemberitahuan juga sebelumnya," keluhnya

Tak hanya Seno, pengguna bus APTB lain juga kaget saat membeli tiket bus di Halte Transjakarta Semanggi.

"Kok jadi harus bayar lagi saya? Kan biasanya langsung disediakan tiket APTB?" ucapnya kepada salah satu petugas loket halte Semanggi.

Kebijakan menghapus penjualan tiket tersebut dilakukan menyusul penerapan e-Ticketing yang akan dilakukan 18 Agustus 2014 di seluruh halte koridor I dan secara bertahap akan dilaksanakan pada seluruh koridor.

"Dengan diterapkannya sistem e-Ticketing tersebut, tidak akan dilakukan lagi penjualan tiket bus APTB dan BKTB di halte bus Transjakarta," ungkap Dirut PT Transjakarta Antonius Steve Kosasih dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu 19 Juli 2014 lalu.

Sehingga penumpang akan dikenakan 2 kali pembayaran. Setiap penumpang yang masuk ke halte dikenakan tiket Transjakarta melalui e-Ticketing. Kemudian, jika ingin menggunakan APTB, BKTB, Kopaja, Kopami baik untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota dikenakan tarif sesuai masing-masing operator. (Yus)

Baca juga:Baca juga:

Dishub DKI Dorong APTB dan Kopaja Terapkan e-Ticketing
Sambut e-Ticketing, Tiket APTB dan Kopaja Tak Lagi Dijual

(Muhammad Ali )

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
halte karet 1.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions