SEKTOR RIIL
Minggu, 11 Agustus 2013 15:35 wib
Dani Jumadil Akhir - Okezone
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Menjadi seorang pebisnis memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Tak jarang seorang pebisnis diremehkan pada awalnya, karena dianggap tidak mampu, seperti yang terjadi pada Yudi Adrian.
Mengawali usahanya dengan bermodal pinjaman Rp12juta, Yudi Adrian membuka warung seafood di kota padang. Warung tersebut, dia beri nama Seafood Mutiara Jaya Seafood Spesial.
Yudi mengungkapkan, niatnya untuk membangun rumah makan tersebut terbesit, lantaran dia malu untuk meminta uang kepada orangtuanya. Menurut dia, sudah cukup kebiasaan membelanjakan uang saat kuliah dahulu.
"Kebiasaan menghamburkan uang dan kuliah sekadar main-main tidak bisa diteruskan, saya tidak mungkin lagi minta uang kepada orangtua," ujar Yudi mengutip dari Wirausaha Muda Mandiri.
Lalu, kenapa restoran seafood yang dipilih ? Yudi melanjutkan, usaha ini karena dia pernah bekerja menjadi part timer di sebuah restoran seafood. "Saya ingin usaha di bidang yang saya tahu, supaya bisa ikut mengelolanya," tambah dia.
Namun, saat itu Yudi hanya bermodalkan semangat untuk membuka bisnis tersebut. Pasalnya, dia belum mempunyai cukup modal untuk membuka usaha tersebut, ditambah, keluarganya tidak mengindahkan rencananya tersebut.
Oleh karena itu, dia menemui salah seorang kakaknya yang memiliki kehidupan lumayan mapan. Tujuannya tentu saja ingin meminjam modal untuk ide usahanya tersebut. "Keluarga menentang keinginan saya, mungkin karena menganggap saya anak manja, yang tidak tahu apa-apa, tidak satu pun anggota keluarga yang mendukung," ujar Yudi.
Setelah mendapat pinjaman, dia mencoba peruntungannya dengan membuka warung tenda. Agar mudah dalam memasarkannya, dia memilih salah satu tempat yang dekat dengan keramaian. "Selain dekat kampus, peluangnya juga lebih besar, di sana juga belum banyak orang yang menjual hidangan seafood," ujarnya.
Namun, usaha tersebut memang tidak segampang membalikkan tangan. Dia mengisahkan, saat hari pertama bekerja, dia hanya mendapat keuntungan sebesar Rp50 ribu dari tiga orang pelanggan. Bahkan, dia harus masuk rumah sakit karena kelelahan mengurus warung tersebut.
Belajar dari kesalahan tersebut, dia pun mencoba mengubah cara berdagangnya. "Jika sebelumnya saya pasif menanti tamu, waktu itu saya coba mengubah pola berjualannya, dan mulai mengakrabkan diri dengan pembeli. Saya bahkan turut mengerahkan teman-teman di kampus untuk mempromosikan warung saya," jelasnya.
Selain itu, dia juga mengubah cara mempersiapkan hidangan, yang dulu terkesan di belakang layar, sekarang pola memasak dilakukan di depan tamu, sehingga ketika menunggu makanan pun tamu dapat menikmati atraksi yang tidak setiap hari mereka dapatkan.
Bermodalkan semangat dan kerja keras selama dua tahun, dia pun sukses meraup keuntungan bersih Rp126 juta per tahun. Yudi pun mencoba mengemas restorannya agar lebih menarik, dari sebelumnya di warung tenda, saat ini sudah berlokasi di ruko. ()
Berita Selengkapnya Klik di Sini