JAKARTA - Beralih meningkatkan pelayanan bagi pelanggannya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membangunan tembok angkuh sekira dua meter untuk menutup pandangan penumpang dari belasan warung nasi di depannya. Dan tentu menjadi penghambat rejeki bagi para pedagang itu sendiri.
"Hal ini kita lakukan, tak lain untuk meningkatkan pelayanan ke penumpang kereta api. Nantinya, kami akan melakukannya di seluruh stasiun," ungkap Kepala Humas Daop I Jakarta, Sukendar Mulya kepada Okezone di Stasiun Senen, Sabtu (10/8/2013).
Sesungguhnya, permintaan para pedagang tidaklah muluk, hanya lubang pintu sebagai akses penghubung bagi para penumpang menuju lokasi jualannya.
Pasalnya, tembok angkuh itu berdiri sepanjang stasiun. Sehingga memaksa para penumpang untuk memutar hingga 100 meter jauhnya agar dapat mencapai lokasi pedagang nasi.
"Kami sekarang, sedang berkonsentrasi pada pemudik. Baik itu arus balik atau mereka yang baru ingin mudik ke kampung halamannya mas. Insya Allah, kami akan mencarikan solusi terbaik bagi pedagang," kata Sukendar.
Adanya convenience store atau mini market di dalam stasiun, pun menambah deretan kemarahan bagi pedagang. Diskriminasi pada pebinisnis besar dan kecil, semakin kental di jajaran Dirut PT KAI Ignasius Jonan itu.
"Memang, mini market masih ada, tapi kita sedang melakukannya secara bertahap. Kita sudah sepakat jika mini market itu tidak akan memperpanjang kontrak mereka," tegasnya.
Sayangnya, Sukendar tidak menjelaskan secara rinci kapan mini market itu habis masa kontraknya. "Saya lupa tahun berapanya. Tapi yang jelas, kami akan mengembalikan fungsi stasiun sebagai naik turun penumpang saja," tandasnya.
(ahm)