BANDUNG - Sempat diduga pembunuhan sadis yang menimpa Sisca Yofie di Jalan Cipedes Tengah, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, pada Senin 5 Agustus petang, bermotif dendam. Namun berdasarkan keterangan keluarga pelaku motifnya adalah penjambretan.
Ahri (65) mengaku baru mengetahui jika anaknya W dan cucunya S merupakan pembuhuh Sisca setelah melihat gelegat S yang tidak biasa. "Setelah kejadian itu, cucu saya (S) tiga hari enggak makan. Kayak orang linglung, mondar-mandir enggak jelas," jelasnya saat ditemui wartawan di rumahnya di kawasan Sukamulya, Kecamatan Sukajadi, Minggu (11/8/2013).
Saat Ahri mencoba mendekati dan membujuk cucunya tersebut, barulah terungkap jika S gelisah karena telah melakukan penjambretan yang berujung pada tewasnya korban.
Sebagai orang tua, Ahri pun menyarankan cucunya untuk menyerahkan diri ke kantor polisi. "Akhirnya saya antar cucu saya ke polisi (Polsekta Sukajadi). Biar semuanya jelas dan enggak panjang," tuturnya.
Ditanya mengenai keberadaan W saat S disarankan menyerahkan diri, dia mengaku usai kejadian W langsung pergi dengan membawa motor yang digunakan untuk melakukan aksi penjambretan. "Enggak tau kemana dia (W). Saya, keluarga, dan polisi sempat cari-cari dia juga," katanya.
Seperti diberitakan, W berhasil dibekuk tanpa perlawanan di kawasan Ciranjang, perbatasan antara Cianjur dan Purwakarta, Jawa Barat sekira pukul 11.00 WIB tadi. Dia ditangkap saat berbencongan dengan istrinya menggunakan sepeda motor yang dipakainya saat beraksi.
Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno mengaku masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap pengakuan tersangka yang telah menyerahkan diri tersebut. "Memang ada yang menyerahkan diri. Untuk motif jambret masih terus kita selidiki," singkatnya.
(ris)